Renungan Harian Katolik
Renungan Harian Katolik Rabu 8 Juni 2022: Hukum Taurat dan Semangat Baru
Kehadiran Yesus bukan untuk meniadakan hukum Taurat. Ia hadir untuk meluruskan praktik hukum yang telah dibengkokkan oleh kepentingan tertentu.
Renungan Harian Katolik Rabu 8 Juni 2022: Hukum Taurat dan Semangat Baru (Mat 5:17-19)
Oleh: RD. Eman Kiik Mau
POS-KUPANG.COM - Kehadiran Yesus bukan untuk meniadakan hukum Taurat. Ia hadir untuk meluruskan praktik hukum yang telah dibengkokkan oleh kepentingan tertentu.
Yesus hadir untuk membuat hukum Taurat tidak menjadi beban untuk masyarakat. Ia hadir untuk mengembalikan masyarakat kepada kebenaran bahwa kasih kepada Allah dan sesama ada di atas segalanya.
Yesus mau kita melaksanakan hukum Tuhan dengan semangat baru. Taat pada hukum Allah karena cinta kepada-Nya bukan karena takut berdosa sehingga tidak ada beban.
Santo Agustinus berkata, "ama et fac quod vis" : "cintailah dan lakukanlah apa saja yang kamu kehendaki."
Dalam cinta, tak ada rasa takut. Segala aturan dilaksanakan dengan gembira hati dan tanpa rasa bersalah. Itulah hukum yang membebaskan.
Dalam Yesus ada sukacita dan bukan ketakutan. Santa Teresa dari Kalkuta mengatakan bahwa kasih sejati tidak pernah menuntut, tetapi ia hanya dapat memberi!"
Ya Tuhan, kuatkanlah hati kami untuk tetap setia kepada-Mu dalam menaati perintah dan ketetapan-Mu dengan sepenuh hati. Amin.*
Teks Lengkap Bacaan Renungan Katolik 8 Juni 2022:

Bacaan I: 1Raj 18:20-39
Semoga bangsa ini mengetahui bahwa Engkaulah Tuhan, dan Engkaulah yang membuat hati mereka bertobat.
Bacaan dari Kitab Pertama Raja-Raja:
Sekali peristiwa Raja Ahab mengirim orang ke seluruh Israel dan mengumpulkan nabi-nabi Baal ke gunung Karmel.
Lalu Elia mendekati seluruh rakyat itu dan berkata, "Berapa lama lagi kalian berlaku timpang dan mendua hati?