Berita TTU Hari Ini
Bupati Juandi Serahkan SK 80 % kepada 117 CPNSD di Kabupaten TTU
bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi, yang dibingkai dengan nilai nilai etika yakni jujur, disiplin, loyal, dan adil.
Penulis: Dionisius Rebon | Editor: Rosalina Woso
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dionisius Rebon
POS-KUPANG.COM, KEFAMENANU - Bupati Timor Tengah Utara (TTU), Drs Juandi David menyerahkan SK 80 % kepada 117 CPNSD Kabupaten TTU, Provinsi NTT.
Penyerahan SK yang berlangsung pada, Senin, 06 Juni 2022 di Aula Lantai II Kantor Bupati TTU ini dihadiri juga oleh Wakil Bupati TTU, Drs Eusabius Binsasi, PJ Sekda TTU dan para CPNSD
Dalam sambutannya Bupati TTU, Drs Juandi David mengatakan, momentum penyerahan SK 80 % ini merupakan suatu wujud kepercayaan dan tanggung jawab awal yang diberikan para CPNSD untuk menjadi seorang abdi negara dan abdi masyarakat.
"Mari kita jadikan hari ini sebagai moment bersejarah menapaki karir anda sebagai Aparatur Sipil Negara dalam kerangka pembangunan Kabupaten TTU yang unggul, nyaman, makmur dan sejahtera," ujarnya.
Baca juga: Vladimir Putin Ketakutan Sampai Pecat 1000 Pegawaianya, Hal ini yang Buat Presiden Rusia Takut
Menurutnya, sebelum seorang menjadi Pegawai Negeri Sipil, yang bersangkutan harus melewati masa ujian atau masa percobaan selama 1 (satu) tahun. Apabila ia menunjukkan perilaku dan etika sesuai norma-norma kepegawaian yang berlaku, maka akan dipertimbangkan untuk ditetapkan menjadi seorang Pegawai Ngeri Sipil.
Sehubungan dengan hal ini maka, Juandi meminta para penerima SK harus menunjukkan eksistensi kepada masyarakat luas bahwa mereka adalah Calon Pegawai Negeri Sipil Daerah yang dapat diandalkan.
Sebagai seorang CPNSD, yang bersangkutan dituntut untuk dapat berperilaku sebagai panutan dan teladan bagi masyarakat di mana saja saudara berada dan bertugas.
" Peristiwa penyerahan SK 80 % hari ini, memeteraikan anda sebagai seorang abdi negara dan abdi masyarakat yang akan tercatat dalam sejarah hidup anda masing-masing," bebernya.
Baca juga: Venna Melinda Baru Tahu Aslinya Ferry Irawan Setelah Nikah, Kini Kewalahan, Ibunda Farrel Nyesal?
Oleh Karena itu sebelum melakukan pengabdian di lingkungan pemerintah Kabupaten TTU, Juandi menegaskan beberapa hal sebagai modal utama yang harus dipegang teguh seorang PNS atau CPNS.
Baginya, menjadi PNS atau CPNS zaman ini harus mengedepankan profesionalisme, yang bergantung kepada empat komponen yaitu, Komponen pertama, integritas moral.
Intergritas moral yang dimaksud dalam hal ini, kata Juandi, menyangkut bagaimana mengutamakan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi, yang dibingkai dengan nilai nilai etika yakni jujur, disiplin, loyal, dan adil.
Ia menambahkan, komponen kedua adalah kinerja. Kinerja yang merujuk pada hasil kerja yang konsisten dan berada pada level maksimal. Seorang PNS atau CPNS harus mampu membuat terobosan baru, menciptakan ide dan gagasan baru, memiliki kreativitas dan inovasi, yang muaranya tentu saja untuk memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat.
Baca juga: Projo Gelar Musyawarah Rakyat Cari Sosok Capres 2024, Diawali dari Solo (Bagian-2/Selesai)
Sementara itu, lomponen ketiga adalah kompetensi. Kompetensi yang dimaksud dalam aspek ini adalah bekal pendidikan dan pelatihan serta pengalaman yang didapat sebelumnya, harus membuat PNS atau CPNS makin tajam dari hari ke hari sehingga PNS atau CPNS bukan saja seorang pekerja untuk keluarganya, tapi juga duta birokrasi yang akan menjaga wibawa pemerintah.
Dikatakan Juandi, komponen keempat adalah Rambu-rambu PNS atau CPNS. Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disipilin PNS, memberikan penegasan dan batasan kewajiban, hak dan larangan bagi seorang Pegawai Negeri Sipil ataupun Calon Pegawai Negeri Sipil.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/pose-bupati-timor-tengah-utara-ttu.jpg)