Berita NTT Hari Ini
Jimmy Sianto Sebut NTT Punya 18 Pelatih Futsal Berlisensi
Ia juga mengapresiasi semua pihak yang saat ini menjadikan futsal sebagai olahraga yang dilakukan bahkan setiap hari setelah usai bekerja
Penulis: Maria Enotoda | Editor: Edi Hayong
POS-KUPANG. COM - Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) saat ini memiliki 18 pelatih futsal berlisensi.
Hal ini diutarakan Ketua Asosiasi Futsal NTT Jimmy Sianto S.E, M.M dalam konferensi persnya di Hotel Aston and Convention Center yang terletak di Kecamatan Kelapa Lima Kota Kupang Selasa 7 Juni 2022.
Jimmy mengungkapkan pihaknya saat ini terus mendorong agar lebih banyak pelatih dan juga wasit futsal yang berlisensi sehingga bisa menjadi bagian dalam turnamen-turnamen futsal di NTT.
Ia menuturkan, sejak tahun 2015 hingga 2022 sudah ada 108 wasit yang berlisensi.
“ Mereka mengikuti ujian agar punya lisensi itu menggunakan anggaran sendiri, dan kita saat ini juga terus mendorong pelatih dan wasit lainnya yang belum berlisensi agar segera punya lisensi. Mengingat saat ini dan bahkan ke depan akan ada banyak turnamen futsal yang diadakan baik di tingkat kabupaten, provinsi maupun tingkat nasional, " ujar Jimmy.
Mantan anggota DPRD NTT komisi V ini juga mengungkapkan ada sebagian wasit dan pelatih yang sudah berlisensi tetapi tidak melapor kepada Asosiasi Futsal NTT.
Selain itu Jimmy juga menuturkan mengenai beberapa hal yang menjadi fokus pihaknya saat ini. Infrastruktur menjadi perhatian Asosiasi Futsal NTT. Menurutnya sejak 5 tahun lalu NTT khususnya Kota Kupang sudah punya gor futsal dengan ukuran standar dan juga beberapa lapangan futsal lain yang bisa digunakan untuk berlatih atau berkompetisi.
Jimmy juga mengungkapkan salah satu program yang saat ini sudah mulai diterapkan di 4 kabupaten di NTT yaitu program menjadikan guru olahraga sebagai garda terdepan futsal dengan membimbing dan melatih futsal di sekolah - sekolah.
"Program ini gratis dan tidak dipungut biaya, dan akan ada sertifikat bagi para guru olahraga ini, " lanjutnya.
Ia juga mengapresiasi semua pihak yang saat ini menjadikan futsal sebagai olahraga yang dilakukan bahkan setiap hari setelah usai bekerja.
" Ada banyak kalangan dan semua datang dari berbagai usia sekarang ini yang menjadikan futsal ini sebagai olahraga pilihan, ini adalah hal baik dan kita akan terus mendorong penguatan organisasi di seluruh NTT sehingga akan ada banyak turnamen-turnamen yang diadakan sehingga semua bisa terlibat dan ini memudahkan kita melihat potensi atlet-atlet berbakat sehingga kedepannya kita tidak kekurangan atlet, "tuturnya. (ENT)