Berits Sikka Hari Ini

Aksi Damai, Sema STFK Ledalero dan Truk-F, Minta Majelis PN Maumere Tindak Pelaku Human Traffcking

Perwakilan senat mahasiswa (Sema) sekolah tinggi filsafat Katolik STFK Ledalero bersama lembaga kemanusiaan, Truk-F melakukan aksi damai di depan

Editor: Ferry Ndoen
TRIBUNFLORES.COM / NOFRI FUKA
Suasana aksi damai di depan halaman Pengadilan Negeri Maumere. Tampak juga Frater Fransiskus Arifmunandar T. SVD sedang berorasi. Lokasinya di Kelurahan Wairotang, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka, Selasa 7 Mei 2022. 

Laporan Reporter POS-KUPANG, Nofri Fuka

POS-KUPANG.COM -  Perwakilan senat mahasiswa (Sema) sekolah tinggi filsafat Katolik STFK Ledalero bersama lembaga kemanusiaan, Truk-F melakukan aksi damai di depan halaman Pengadilan Negeri Maumere. 

Aksi damai tersebut berlangsung di Kelurahan Wairotang, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka, Selasa 7 Mei 2022 sekitar pukul 10.00 wita. 

Rombongan yang terdiri dari para biarawan dan biarawati serta masyarakat awam yang memiliki perhatian khusus terhadap perlindungan kaum perempuan maupun kelompok marjinal mengusung agenda utama meminta Aparat PN Maumere menindak tegas pelaku peragangan orang. 

Ketua Sema STFK Ledalero, Frater Fransiskus Arifmunandar T. SVD dalam orasinya meminta secara tegas untuk menindak secara tegas para pelaku perdagangan orang di wilayah Kabupaten Sikka yang diduga tidak mendapatkan perlakuan hukum yang sepantasnya. 

"Sindikat perdagangan orang sudah lama tercium di Nian Tana Sikka ini, kabupaten yang dihuni oleh orang-orang berbudaya dan menjunjung tinggi kemanusiaan. Akan tetapi, karena ulah segelintir orang tak beradab, yang meletakkan kepentingan materi parsial di atas materi kemanusiaan, sikka tanah beradab akhirnya gugur dan menjadi medan penimbun konspirasi tempat elite-elite berkuasa, para penegak hukum, majelis hakim, menumpuk materi, menimbun kasus-kasus yang melecehkan kemanusiaan mengorbankan hak-hak anak dibawah umur, demi melanggengkan kepentingan kroni-kroninya, dan tentu saja posisi mereka sendiri," ungaknya dalam teriakan orasinya. 

Frater Arif, menyebutkan sekian lama mereka mengikuti proses, mengkawal putusan yang kerap membingungkan publik, dan malah menodai undang-undang, tetapi hari ini belum menemukan titik terang. 

Baca juga: Arema FC Tebar Ancaman di Piala Presiden 2022, Ini Misi Khusus Bos Singo Edan Juragan 99

"Ada apa dengan penegak hukum kita saat ini? Adakah secuil spirit untuk menegakkan hukum seadil-adilnya?," ungkap Frater Arif dalam nada tanya. 

Frater Arif dalam orasinya mengungkapkan, para pelaku perdagangan orang di Sikka hanya diberikan hukuman yang rendah, 2 tahun 6 bulan. Ini menurut Arif, tidak lebih dari sekedar permainan hukum, yang justru mengamankan posisi pelaku. 

Untuk itu, Frater Arif berujar, kita sebagai pejuang keadilan, pejuang HAM, yang tergabung dalam gerakan bersama tim relawan untuk kemanusiaan dan jaringan HAM di Kabupaten Sikka, mendesak majelis hakim PN Maumere, untuk memberikan hukuman sesuai undang-undang yang berlaku. 

"Yaitu, UU Republik Indonesia No.21 Tahun 2007 tentang pemberantasan tindak perdagangan orang, terhadap tersangka R, pemilik 2 Pub bermasalah di Maumere," ujarnya. 

Selain itu, kata Frater Arif, diminta agar diproses secara hukum, 2 tersangka lain yang sampai saat ini belum diurus dan dieksekusi. 

"Kita menunggu komitmen para penegak hukum untuk melihat kasus ini, sebagai bagian dari keberpihakan serius yang mulia dan terhormat terhadap kemanusiaan," tutupnya. 

Pantauan TribunFlores.com, para peserta nampak berjejeran memenuhi halaman kantor PN Maumere. Mereka membawa spanduk yang bertuliskan manusia bukan kambing. Tuntaskan kasus perdagangan 17 anak. 

Baca juga: Gubernur Ridwan Titipkan Eril pada Sungai Aare, Bahagia dan Selimuti Dalam Keindahan Kehangatanmu

Selain itu juga, nampak perwakilan dari para aksi damai dipersilahkan menemui majelis PN Maumere untuk melakukan audensi terkait persoalan yang didemokan hari ini. 

Ada tiga tempat yang hari ini dikunjungi oleh para peserta aksi damai yakni Polres Sikka,Pengadilan Negeri Maumere dan Kejaksaan Negeri Sikka. (Cr1) 

Suasana aksi damai di depan halaman Pengadilan Negeri Maumere. Tampak juga Frater Fransiskus Arifmunandar T. SVD sedang berorasi. Lokasinya di Kelurahan Wairotang, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka, Selasa 7 Mei 2022.
Suasana aksi damai di depan halaman Pengadilan Negeri Maumere. Tampak juga Frater Fransiskus Arifmunandar T. SVD sedang berorasi. Lokasinya di Kelurahan Wairotang, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka, Selasa 7 Mei 2022. (TRIBUNFLORES.COM / NOFRI FUKA)
Sumber: Pos Kupang
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved