Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik, Minggu 5 Juni 2022: Bersukacitalah Karena Anugerah Roh Kudus

Keceriaan dan kecerahan hadir pada wajah para Rasul dan segenap umat Kristiani yang hatinya dipenuhi Roh Kudus.

Editor: Agustinus Sape
FOTO PRIBADI
RD. Dr. Florens Maxi Un Bria 

Renungan Harian Katolik, Minggu 5 Juni 2022: Bersukacitalah Karena Anugerah Roh Kudus (Yoh 14 : 15-16. 23b-26)

Oleh: RD. Dr. Maxi Un Bria

POS-KUPANG.COM - Keceriaan dan kecerahan hadir pada wajah para Rasul dan segenap umat Kristiani yang hatinya dipenuhi Roh Kudus.

Roh Kudus menghibur, membimbing dan menuntun umat kudus untuk hidup dalam kasih, sukacita, kebenaran dan damai sejahtera.

Roh Kudus menerangi hati para murid dan segenap umat Allah untuk setia mengikuti Putera dan mengasihi Bapa.

Kristus mengatakan secara jelas kepada para murid bahwa apabila mereka mengasihi-Nya, mereka akan taat kepada-Nya.

Ketaatan para murid kepada Yesus terlihat dalam kesetiaan melaksanakan Perintah-Nya sekaligus menjadi konfirmasi kasih mereka kepada Bapa yang telah memberikan amanat kepada Yesus.

Bapa sendirilah yang mengutus Roh Kudus untuk menyertai para murid dan umat Allah, untuk menguatkan dan mengingatkan mereka akan segala sesuatu yang telah diajarkan Yesus.

Pada momentum Perayaan Hari Raya Pentakosta ini kita kembali diingatkan untuk mensyukuri anugerah Roh Kudus sebagai anugerah istimewa bagi setiap orang beriman yang telah menerimanya untuk mengembangkan berbagai talenta dan pelayanan gereja.

Utamanya untuk memampukan para murid dalam menjalankan tugas pewartaan dan pelayanan di tengah dunia.

Dengan menerima anugerah Roh Kudus, para murid diutus untuk memberikan kesaksian tentang Kristus yang bangkit dan ajaran-Nya melalui pelayanan, pengajaran, memberikan nasehat, beramalkasih- berderma , Bahasa roh dan penyembuhan.

Tanda-tanda hadirnya Roh Kudus dalam diri, keluarga dan komunitas dapat ditemukan pada buah-buah Roh yang dirasakan dan dialami dalam setiap aktivitas pelayanan dan interaksi sosial antara lain, “Kasih, sukacita,damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan dan penguasaan diri” ( Galatia 5 :22-23 ).

Buah-buah Roh yang diperkenalkan Rasul Paulus juga menjadi titik tolak untuk merefleksikan berbagai aktivitas dan interaksi sosial yang kita bangun di tengah dunia.

Apakah kita sedang bergerak dan bergiat menurut bimbingan Roh Kudus ataukah menurut keinginan daging dan roh lain?

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved