Berita Kota Kupang Hari Ini

Perjuangan Slamet, Mencari Rezeki Sebagai Tukang Sol Sepatu di Kota Kupang

meja kecil tampak beberapa sepatu yang telah selesai dijahit ditumpuk bersusun sembari menunggu si pemilik datang untuk mengambil.

Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG/BERTO KALU
Slamet, tukang sol sepatu di Jalan Soekarno, Kelurahan LLBK, Kota Kupang sedang memperbaiki sepatu pelanggan pada Sabtu 4 Juni 2022. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Berto Kalu

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Meski tak lagi muda, Slamet masih terus bersemangat menekuni profesi langka sebagai tukang sol sepatu di Kota Kupang sejak tahun 1984.

Tukang sol sepatu berusia 55 tahun yang biasa mangkal di Jalan Soekarno No. 23, Kelurahan LLBK, Kecamatan Kota Lama, Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur itu juga tak menampik, pandemi Covid-19 makin memperparah situasi yang sebelumnya sudah sulit. 

Ditemui siang itu Sabtu 4 Juni 2022 sore, wajah kusut dipenuhi peluh, Slamet bersama tukang sol sepatu lainnya duduk tepat di bawah pohon ketapang yang merupakan tempat mereka berlindung dari sengatan sinar matahari.

Baca juga: NTT Perlu Waspadai Hujan Disertai Petir Hingga 9 Juni 

Mereka tampak duduk berjejer di atas trotoar dengan berbekal sebuah meja kecil, jarum, lem, semir dan sejumlah peralatan lainnya.

Di atas sebuah meja kecil tampak beberapa sepatu yang telah selesai dijahit ditumpuk bersusun sembari menunggu si pemilik datang untuk mengambil.

Raut wajahnya tampak serius saat memperbaiki alas kaki milik pelanggannya. Tangannya begitu cekatan menjahit bagian alas yang menganga menggunakan jarum besi yang sudah dikaitkan dengan benang nilon.

Untuk menjahit sepasang sepatu Slamet tidak memerlukan waktu lama, pelanggannya cukup menunggu paling lama 30 menit, tergantung dari tingkat kerusakan pada sepatu.

Baca juga: Renungan Harian Katolik Minggu 5 Juni 2022 Hari Raya Pentakosta Peka dengan Konteks Berani Bersaksi

Setiap pelanggan yang datang juga disiapkan bangku berukuran kecil yang digunakan untuk menunggu ia menjahit. Pelanggan yang datang juga disambut dengan penuh kehangatan, ia selalu berusaha untuk mencairkan suasana dengan terlebih dahulu mengajak konsumennya untuk berbincang.

Pelanggannya cukup banyak mulai dari kalangan mahasiswa, pekerja kantor, hingga ibu rumah tangga. Harga jasa perbaikan sepatu miliknya dibanderol mulai harga Rp 10 ribu hingga Rp 20 ribu tergantung tingkat kerusakan.

Ayah dari dua orang anak itu merupakan sosok pekerja keras, ia rela bekerja dari pagi hingga malam. Semuanya ia lakukan semata-mata hanya untuk memenuhi kebutuhan rumah tangganya.

"Allhamdulilah walaupun hanya menjahit sepatu, saya bisa membiayai anak saya sekolah sampai sekarang sudah bekerja, dan juga untuk terus memenuhi kebutuhan rumah tangga," kata Slamet bangga.

Alasan itulah yang membuat Slamet masih terus bertahan dengan profesi tukang sol sepatu sejak 1984 walaupun pendapatan sekarang terbilang menurun.

"Biar pendapatan menurun, saya tetap bertahan di sini. Ini kan pekerjaan saya dari dulu, kalau ini ditinggalkan anak istri mau makan apa," ujarnya. 

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved