Laut China Selatan

China Tolak Protes Filipina terhadap Larangan Memancing di Laut China Selatan

China telah menolak protes diplomatik Filipina atas larangan penangkapan ikan sepihak di Laut China Selatan yang meluas ke Laut Filipina Barat.

Editor: Agustinus Sape
manilatimes.net
Foto yang disediakan oleh Penjaga Pantai Filipina ini menunjukkan dua kapal saling berdekatan. 

China Tolak Protes Filipina terhadap Larangan Memancing di Laut China Selatan

POS-KUPANG.COM - China telah menolak protes diplomatik Filipina atas larangan penangkapan ikan sepihak di Laut China Selatan yang meluas ke Laut Filipina Barat.

Pada konferensi pers di Beijing pada hari Rabu, juru bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian mengatakan China tidak dapat menerima "tuduhan tidak beralasan" yang dibuat oleh Departemen Luar Negeri (Deplu).

“Kami berharap pihak Filipina dapat melihatnya dalam perspektif yang objektif dan benar, serta dengan sungguh-sungguh memenuhi kewajiban sebagai negara pesisir Laut China Selatan untuk bersama-sama memajukan pembangunan perikanan berkelanjutan di Laut China Selatan,” katanya.

Tidak ada dasar hukum

Larangan tersebut dikeluarkan setiap tahun sejak 1999 untuk regenerasi stok ikan. Filipina telah berulang kali memprotesnya.

Dalam sebuah catatan diplomatik ke Beijing pada 30 Mei, Deplu mengatakan larangan itu meluas ke “wilayah di Laut Filipina Barat di mana Filipina memiliki kedaulatan, hak berdaulat, dan yurisdiksi.”

Tindakan China “tidak memiliki dasar hukum, dan merusak rasa saling percaya, kepercayaan, dan rasa hormat yang seharusnya menopang hubungan bilateral,” katanya.

China memberlakukan moratorium penangkapan ikan sepihak pada 1 Mei dan akan berlaku selama tiga setengah bulan, atau hingga pertengahan Agustus.

“Moratorium penangkapan ikan musim panas di Laut China Selatan yang diadopsi oleh China adalah tindakan normal untuk melindungi sumber daya hayati laut di perairan di bawah yurisdiksi China, dan manifestasi dari pemenuhan kewajiban berdasarkan hukum internasional, termasuk Unclos (Konvensi PBB tentang Hukum Laut). ) oleh pihak Tiongkok,” kata Zhao.

Perselisihan mengenai larangan tersebut tidak menghentikan pertemuan antara duta besar China untuk Filipina, Huang Xilian, dan Komandan Penjaga Pantai Filipina (PCG) Laksamana Artemio Abu pada hari Kamis.

“Kami bertukar pandangan tentang kemungkinan kegiatan peningkatan kapasitas antara CCG (China Coast Guard - Penjaga Pantai China) dan PCG (Philippine Coast Guard) untuk memperkuat hubungan dan kepercayaan di antara personel PCG dan CCG,” kata Abu.

Kerjasama lebih lanjut

Huang mengatakan dia menantikan diskusi yang bermanfaat dan pengembangan kolaborasi masa depan dengan PCG.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved