Senin, 27 April 2026

Berita NTT Hari Ini

Realisasi APBN di NTT Sudah Mencapai 15 Persen 

alokasi, distribusi dan stabilisasi maka ini menjadi instrumen yang penting untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dari pemerintah. 

Penulis: Michaella Uzurasi | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/MICHAELLA UZURASI
Kepala Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan Provinsi NTT, Catur Ariyanto Widodo bersama Host jurnalis Pos Kupang,Eflin Rote 

Jadi, karena merupakan rencana pemerintah dan memiliki tiga fungsi, alokasi, distribusi dan stabilisasi maka ini menjadi instrumen yang penting untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dari pemerintah. 

E : Bicara soal salah satu fungsi dari APBN ini kan menstabilisasikan perekonomian untuk mensejahterakan masyarakat. Apa korelasinya stabilisasi ekonomi dengan APBN

C : Contoh paling gampang kalau kita bicara masalah stabilisasi adalah ketika masa pandemi. Jadi ketika masa pandemi kemarin perekonomian itu kan turun. Ketika perekonomian turun, resiko yang ada di masyarakat juga tinggi sehingga kemudian dunia usaha pun sepertinya masih menahan diri untuk bisa turun dan turut serta mengembalikan kondisi perekonomian.

Pada kondisi inilah pemerintah bisa turun untuk menstabilisasikan ekonomi dengan berbagai insentif yang ada didalam APBN tersebut sehingga kondisi perekonomian itu kembali terangkat sehingga dunia usaha juga bisa berpartisipasi dan masyarakat juga berpartisipasi.

Jadi contoh yang paling gampang di masa pandemi tersebut umpamanya pemerintah memberikan insentif kepada dunia usaha dalam bentuk umpamanya kita bicara kredit usaha rakyat (KUR) kemudian ada semacam relaksasi untuk membayar bunga yang tadinya harusnya membayar bunga enam persen tetapi kemudian hanya tiga persen atau bahkan pada beberapa waktu bisa sampai nol persen dibayarkan oleh masyarakat.

Ini contoh saja ya. Contoh paling gampang di masa pandemi ketika pemerintah melakukan stabilisasi dari kondisi yang tidak favorable tadi menjadi kondisi yang masyarakat itu menjadi nyaman untuk kemudian berusaha.

E : Berarti pemerintah juga dalam menjalankan fungsi APBN ini ikut menstabilisasikan perekonomian contohnya dalam masa pandemi ya? 

C : Ya seperti itu. Banyak juga sebetulnya dalam masa - masa yang normal pun stabilisasi itu diperlukan, tidak harus dimasa pandemi tetapi memang paling mudah mengambil contoh. 

E : Berarti kebijakan stimulus yang diberikan pemerintah dalam masa pandemi ini sudah tepat? 

C : Kalau kita bicara yang menjadi tanggung jawab dari APBN pada saat ini kan kalau kita berbicara KUR itu masyarakat ini kan diberi subsidi bunga ya. Jadi KUR itu memang dananya berasal dari Bank tetapi subsidi bunganya berasal dari pemerintah. Jadi kalau dalam konteks untuk menumbuhkan minat berusaha di masyarakat ya sudah cukup tepat untuk kita lakukan pada saat ini. 

E : Kalau melihat kinerja APBN dalam pertumbuhan ekonomi khususnya di NTT ini sudah sampai mana? 

C : Ada berita bagus sebetulnya nanti tahun 2022 yang harus kita sampaikan, apabila dibandingkan dengan periode yang sama, bulan April 2022 ini dibandingkan dengan periode bulan April 2021 itu kita melihat bahwa ada kenaikan dari sisi kinerja APBN.

Jadi kami boleh sampaikan dari sisi belanja negara contohnya, itu dari sisi nilai terjadi kenaikan tiga persen dari realisasi anggaran yang kalau kita lihat sebagian besar itu berasal dari transfer ke daerah dan Dana Desa.

Artinya, uang yang nantinya diberikan melalui pemerintah daerah untuk dapat disalurkan kepada masyarakat dan kalau kita lihat dari sisi pendapatan juga, pendapatan negara kita tumbuh 3.4 persen ditahun 2022.

Kita bicara negara, kita bicara secara spesifik Provinsi NTT dalam kaitan dengan APBN. Contohnya, ketika di tahun 2021 realisasi sampai dengan April pada saat itu sekitar Rp. 754 miliar untuk pendapatan tetapi untuk tahun 2022 ini bisa mencapai Rp  780 miliar year on year.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved