Berita NTT Hari Ini
Thomas Ola Langoday: Selamat Datang di Lembata, Ame Marsianus!
homas Ola Langoday, Bupati Lembata periode 2017-2022, menyampaikan ucapan selamat datang bagi Penjabat Bupati Lembata Marsianus Jawa saat menyampaikan
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo
POS-KUPANG.COM, LEWOLEBA - Thomas Ola Langoday, Bupati Lembata periode 2017-2022, menyampaikan ucapan selamat datang bagi Penjabat Bupati Lembata Marsianus Jawa saat menyampaikan sambutan terakhirnya dalam acara Pisah Sambut Bupati dan Penjabat Lembata di Kantor Bupati Lembata, Selasa, 22 Mei 2022.
“Selamat datang di Lembata, Ame Marsianus Jawa, teman saya,” kata Thomas Ola.
Dengan nada guyon, Thomas berujar kalau seorang nabi biasanya jarang dihormati di negerinya sendiri.
“Karena itu daripada ke Nagekeo, lebih baik ke Lembata,” ucapnya disambut tepuk tangan dan tawa hadirin.
Bagi Thomas, Marsianus merupakan seorang birokrat tulen yang didampingi oleh istrinya Yoram Enggelina Joy yang adalah seorang guru.
“Kalau saya guru, didampingi oleh seorang nyonya yang hebat juga, Nyonya Maria Sadipun,” katanya.
“Penghibur itu telah datang, dan mari kita sambut dengan tepuk tangan meriah,” katanya, sekali lagi disambut tepuk tangan.
“Karena saya harus pergi maka saya mohon maaf yang sebesar-besarnya, untuk tatapan mata saya yang selama ini mencurigakan, atau tutur kata saya yang selama ini menggores rasa atau gerakan tangan yang membuat Ina, Ama, Kakak, Adik, terutama yang ada di birokrasi menjadi tidak nyaman,” tambah Thomas.
Sebagai bupati, dia tak bisa mengambil keputusan sendiri. Semua keputusan berjenjang, karena itu, dia memohon maaf kepada para ASN yang merasa kehadiran dia tidak memberi peluang yang sesungguhnya.
Thomas Ola juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada istri dari para pendahulu kepala daerah di Lembata. Mulai dari Piter Keraf, Andreas Duli Manuk dan Eliaser YentjI Sunur.
“Terima kasih karena telah mempersembahkan mereka kepada Lembata,” imbuhnya.
“Khusus untuk Ama Yance, keluarga dan Nyonya, saya sampaikan terima kasih banyak karena apa pun itu Ama Yance telah berikan jalan kepada saya, apa pun jalan itu, apakah lekak, lekuk, bengkok dan sebagainya. Itu semua jadi pelajaran bagi saya untuk terus berjalan di jalan itu,” pesan mantan dosen di Universitas Katolik Widya Mandira Kupang ini.

