Berita NTT Hari Ini

Saran Ahli Bila Kapal Kandas di Batuan, Hindari Kebocoran Lambung

dia berpendapat bila menarik paksa kapal yang kandas di atas batin, maka resiko terbesar adalah lambung kapal robek.

Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/HO-DOK.PELNI
Tampak KM Sirimau saat sedang berlayar 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Kapal yang kandas di batuan karang di laut menyulitkan evakuasi oleh petugas terkait. Setidaknya, kapal bisa berpotensi kandas di pasir, lumpur dan batuan (karang). Jika pada pasir dan lumpur, penarikan cukup lebih mudah, namun akan sulit di batuan. 

Ketika kapal kandas di batuan, potensi kebocoran pada lambung kapal akan lebih beresiko. Sebab, lambung kapal akan bersentuhan langsung dengan batuan sehingga saat di evakuasi dengan menarik paksa maka lambung kapal bisa robek dan bocor.  

Pada peristiwa kandasnya KM Sirimau di perairan Ile Ape Kabupaten Lembata, kapal itu persis kandas di atas bebatuan. Marianus Wilhelmus Lawe, SE.M.Mar.Eng, Chief Engineer senior Indonesia asal NTT, ketika dimintai tanggapannya mengenai kejadian itu, menyarankan agar dilakukan evakuasi kepada penumpang ketika air laut pasang. 

Baca juga: Dihadapan Kader Demokrat NTT, BKH Kisahkan Masa Emas 2009, Berikutnya Wajib Menang

Tujuannya untuk lebih meringankan kapal, dan memudahkan kapal itu bisa bergeser. Sebelum evakuasi, Wilhelmus, menyebut, mesti ada penyelaman untuk memastikan lambung kapal dalam keadaan baik. 

"Kalau di karang artinya itu butuh penyelam dulu untuk mengecek. Kira-kira lambung kapal itu ada robek atau tidak. Kalau robek tentu air masuk. Sehingga harus diselam untuk cek dulu. Kalau andai kata lambung itu robek, tentu air masuk. Mending kalau air masuk saja, kalau tangki minyak robek kan minyak berhamburan, pencemaran lagi namanya," katanya beberapa waktu lalu. 

Selain itu, dia berpendapat bila menarik paksa kapal yang kandas di atas batin, maka resiko terbesar adalah lambung kapal robek. Ruginya pada biota laut dan daerah sekitar bila tangki minyak ikut bocor.  

"Omong soal air masuk itu barang biasa tapi tangki minyak itu robek, yang rugi biota laut," sebut dia. 

Baca juga: BPSDM bersama BKD se-NTT Adakan Rakor di Labuan Bajo

Jikapun saat sudah melakukan evakuasi dan kapal belum bisa terapung, maka disarankan juga untuk membuang air 'balas' yang ada didalam kapal. Selain air balas, air tawar yang ada juga perlu di buang, tentu tujuannya untuk meringankan beban kapal agar bisa terangkat. Dia mengingatkan, saran ini bisa dilakukan ketika air laut dalam keadaan pasang. 

"Langkah berikut kalau belum bisa, dan ditarik, maka taruh bahan bakar hanya di Delly tank, jangan di double bottom. Kalau memang tangkinya bagus, kedap, plat bagus ya oke. Tergantung ke perusahaan," tambahnya menanggapi kandas KM Sirimau di Lembata, 16 Mei 2022 lalu. 

Wilhelmus menerbangkan, ketika penumpang dan membuang air balas, potensi beban kapal untuk ringan akan lebih besar. Sehingga tahap ini, bisa diupayakan agar kapal itu tidak terjadi sesuatu yang lebih fatal nantinya. Namun begitu, ia enggan mengomentari mengenai penyebab kandasnya kapal KM Sirimau di perairan Ile Ape itu. 

Wilhelmus, menyebut, kapal hingga kandas demikian diduga ada gangguan pada mesin ataupun disebabkan kelalaian dari petugas. Karena, tiap kapal berlayar sesuai jalur dan nahkoda akan memastikan jalur itu aman, termaksud mesin. Proses pemeriksaan paling penting, kata dia, terjadi di pelabuhan saat tiba dan berangkat tiap pelabuhan. 

Baca juga: Baru 30 BTS Bakti Kominfo Yang Aktif di Sumba Timur 

Dengan kejadian semacam ini, Wilhelmus meminta agar penumpang tidak panik ketika keadaan seperti ini. Nahkoda, kata dia, akan memberikan informasi kepada penumpang, sehingga penumpang wajib mendengar arahan nahkoda tanpa mengambil langkah sepihak. 

Sebelumnya, dilaporkan, Lambung Kapal Motor (KM) Sirimau mengalami kebocoran usai kandas di Perairan Ile Ape, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT). Hal itu berdasarkan hasil pemeriksaan oleh tim penyelem gabungan.

"Berdasarkan hasil pantauan tim penyelam gabungan dari SAR Maumere dan TNI AL menemukan adanya lambung kapal bocor. Ada dua lubang," kata Komandan Pangkalan Angkatan Laut (Danlanal) Maumere, Kabupaten Sikka, Kolonel Laut Dwi Yoga Pariyadi kepada wartawan di Maumere, Jumat 20 Mei 2022.

Baca juga: Lanud El Tari Kupang Gelar Lomba Paduan Suara, Danlanud: Mencerminkan Kebhinekaan Kita

KM Sirimau yang memuat 784 penumpang kandas usai menabrak karang di Perairan Ile Ape, Kabupaten Lembata, NTT, pada Selasa, 17 Mei 2022.

Kapal itu baru bisa dievakuasi pada Kamis 19 Mei 2022 setelah ditarik KM Ganda Nusantara 14. Oleh otoritas di pelabuhan Lewoleba, KM Sirimau dinyatakan layak untuk berlayar. Hingga kini KM Sirimau masih berada di pelabuhan Lorens Say Maumere. 

Bagian Humas PT Pelni, yang dihubungi dari Kupang mengenai informasi ini tidak memberikan jawaban apapun, meski pesan WhatsApp yang dikirim telah terbaca. (*)

Berita NTT Hari Ini

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved