Berita Nagekeo Hari Ini

Buka Musda ke-III MUI Tingkat Nagekeo, Bupati Don: Peran Ulama Sangat Penting

Semoga MUI dapat terus menjalin hubungan kerja sama yang baik dan menciptakan iklim yang bagus untuk Kabupaten Nagekeo

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi | Editor: Edi Hayong
POS-KUPANG.COM/TOMMY MBENU NULANGI
Bupati Nagekeo, Yohanes Don Bosco Do saat menghadiri musda ke-III MUI tingkat Kabupaten Nagekeo di Aula MtsN Mbay, Minggu 22 Mei 2022.  

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi

POS-KUPANG.COM, MBAY - Majelis Ulama Indonesia (MUI) tingkat Kabupaten Nagekeo kembali menggelar kegiatan Musyawarah Daerah (Musda) III dengan tema "Meningkatkan Peran Ulama Dalam Memperdayakan Umat Mewujudkan Nagekeo Maju dan Sejahtera.

Kegiatan yang di buka langsung oleh Bupati Nagekeo, Yohanes Don Bosco Do itu berlangsung di Aula Madrasah Tsanawiyah Negeri (MtsN) Mbay, Kelurahan Mbay I, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, Minggu 22 Mei 2022.

Dalam sambutannnya Bupati Nagekeo Yohanes Don Bosco Do menyampaikan bahwa, peran MUI sangat penting karena mempunyai tugas untuk mengkoordinasikan organisasi keagamaan Islam di Indonesia, sehingga eksistensi MUI harus dijaga dengan baik. Sehingga hal ini sangat membantu tugas pemerintah di pusat hingga ke daerah-daerah.

"MUI merupakan kumpulan orang-orang terbaik, yang dimana didalamnya terdapat ulama-ulama terpilih yang bekerja menyatukan pikiran untuk bersama-sama menyelesaikan persoalan-persoalan termasuk persoalan Ideologi negara," ungkapnya.

Baca juga: Pimpin Upacara Peringati Hari Pendidikan Nasional, Begini Pesan Bupati Nagekeo

Menurutnya, agama mempunyai fungsi penting untuk membimbing spritualitas manusia dalam mencari solusi sebuah persoalan. Perkembangan saat ini banyak orang masih berdebat terkait identitas agama, sehingga MUI juga mempunya tanggung jawab besar dalam hal ini.

"Semoga MUI dapat terus menjalin hubungan kerja sama yang baik dan menciptakan iklim yang bagus untuk Kabupaten Nagekeo," ujarnya.

Ketua 1 MUI Kabupaten Nagekeo H. Hamdan Karaeng menyampaikan bahwa, eksistensi MUI di Kabupaten Nagekeo tidak terlepas dari peran Pemda Nagekeo dan ormas Islam sehingga MUI saat ini masih terus menjalankan perannya dengan baik.

"MUI telah memberikan kontribusi untuk Kabupaten Nagekeo dengan terus menjaga toleransi umat beragama serta memberikan masukan-masukan baik sesuai dengan saran tokoh-tokoh agama islam," ujarnya.

Baca juga: Bupati Nagekeo Lantik Pejabat Administrator dan Pejabat Pengawas

Dijelaskannya, MUI merupakan unsur yang harus terus eksis di masyarakat khususnya di kalangan muslim agar program pemerintah dapat bersanding dengan syariat islam.

"Pemimpin MUI terpilih dalam Musda MUI ke III di Kabupaten Nagekeo diharapkan agar tetap jaga marwah MUI sebagai lembaga keagamaan yang menjunjung tinggi toleransi umat beragama khususnya di Kabupaten Nagekeo," harapnya.

Wakil Sekretaris Majelis Ulama Indonesia tingkat Provinsi NTT, Syarif Idris, S.PdI. M.Ag dalam tausiahnya menyampaikan bahwa ulama sebagai sumber hukum yang mengeluarkan hukum-hukum Islam dan merupakan tugas yang terpenting yang diberikan Islam kepada ulama. Umat yang terbaik adalah umat yang senantiasa menyeruh kepada kebaikan dan melarang kepada kemungkaran.

Ulama hanya sebatas menyuruh kepada kebaikan sedangkan yang melarang kemungkaran itu adalah pemerintah.

Baca juga: Rayakan Idul Fitri 1443 H, Ketua MUI Rote Ndao: Bersukacita tetapi Bukan Euforia

"Misalnya ada orang yang mabuk-mabukan, ulama tidak bisa mencegah dan perbuatan itu yang bisa mencegah perbuatan kemungkaran seperti mabuk bukan adalah peran dari pada pemerintah," ungkapnya.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved