Jumat, 24 April 2026

Perang Rusia Ukraina

Tiga Bulan Invasi Rusia, Sekjen NATO: Ukraina Bisa Menang Perang

Di sisi lain, beberapa negara justru mengumumkan ketertarikannya untuk bergabung dengan NATO pasca-invasi Rusia ke Ukraina.

Editor: Alfons Nedabang
pravda.com.ua
Pasukan Ukraina berhasil menghancurkan jembatan penyeberangan Rusia di Sungai Siverskyi Donetsk. 

POS-KUPANG.COM – Invasi Rusia ke Ukraina sudah berlangsung tiga bulan namun belum ada tanda-tanda kemenenangan dan perang berakhir. Pasukan Moskwa rupanya menghadapi “kemacetan” di medang perang.

Di sisi lain, beberapa negara justru mengumumkan ketertarikannya untuk bergabung dengan NATO pasca-invasi Rusia ke Ukraina.

Sejumlah diplomat top dari NATO bertemu di Berlin, Jerman, beserta kepala aliansi menyatakan bahwa perang di Ukraina tidak berjalan seperti yang direncanakan Moskwa.

“Ukraina dapat memenangi perang ini,” kata Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg melalui tautan video dalam pertemuan itu.

Dia menambahkan bahwa NATO harus terus menawarkan dukungan militer kepada Kyiv, sebagaimana dilansir CBS News, Minggu 15 Mei 2022.

Di bidang diplomatik, Finlandia dan Swedia mengambil langkah-langkah yang membawa mereka lebih dekat menjadi anggota NATO meski Rusia keberatan.

Baca juga: Amerika Serikat Kirim Drone Setan Ke Ukraina, Pesawat Tanpa Awak Ini Dinilai Ampuh Menyerang Lawan

Finlandia mengumumkan pada Minggu bahwa mereka berusaha untuk bergabung dengan NATO, mengutip bagaimana invasi telah mengubah lanskap keamanan Eropa.

Beberapa jam kemudian, partai pemerintah Swedia setuju untuk menjadi anggota NATO, yang dapat berujung pengajuan permohonan keanggotaan dalam beberapa hari.

Jika dua negara Nordik tersebut menjadi bagian NATO, hal tersebut akan menjadi pukulan bagi Presiden Rusia Vladimir Putin, yang menyebut ekspansi NATO pasca-Perang Dingin di Eropa Timur sebagai ancaman bagi Rusia.

Saat Moskwa kehilangan kekuatannya di bidang diplomatik, pasukan Rusia juga gagal memperoleh keuntungan teritorial di Ukraina timur.

Ukraina mengatakan, pihaknya menahan serangan Rusia di timur.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky bersumpah bahwa selangkah demi selangkah, mereka akan memaksa penjajah meninggalkan tanah Ukraina.

Tentara Rusia dan Ukraina juga tengah terlibat dalam pertempuran sengit untuk memperebutkan jantung industri timur Ukraina, Donbass.

Baca juga: Perang Rusia Ukraina: Turki Beri Lampu Hijau Swedia dan Finlandia Masuk NATO

Tentara Ukraina yang berpengalaman dan memiliki perlengkapan terbaik telah memerangi separatis yang didukung Moskwa di timur selama delapan tahun.

Selama akhir pekan, pasukan Rusia menyerang sebuah pabrik kimia dan 11 gedung tinggi di Siverodonetsk, Luhansk, Donbass.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved