Pilpres 2024

Membaca Arah Poros 'Sam Ratulangi' di 2024

Suasana pertemuan itu terasa sangat hangat dan cair. Airlangga-Zulkifli-Suharso tampak saling melepas tawa dan canda.

Editor: Alfons Nedabang
POS KUPANG.COM
Ketua Umum Golkar, Airlangga Hartarto (tengah) Ketua PPP, Suharso Monoarfa (kiri) dan Ketua PAN, Zulkifli Hasan bertemu dan sepakati perangi politik identitas jelang Pemilu 2024. 

Pria yang akrab disapa Zulhas itu menyebut koalisi perkuat persatuan.

"Koalisi Perkuat Persatuan," ucap Zulhas.

"Untuk melanjutkan pembangunan," lanjut Suharso.

Airlangga kembali melanjutkan, bahwa Golkar harus disinari oleh matahari (PAN), dan akan tumbuh hijau (PPP) bersama membangun bangsa.

"Bersatu adalah beringin, surya alam, dan Baitullah. Jadi kalau pohon beringin harus disinari oleh matahari, dia akan menjadi hijau dan kalau sudah tumbuh bisa sama-sama membangun dan melanjutkan mendapatkan rida Allah SWT," jelas Airlangga.

Pertemuan tersebut kembali dilanjutkan dengan makan malam bersama selama kurang lebih satu jam.

Usai makan bersama, Airlangga-Zulkifli-Suharso menggelar konferensi pers. Dalam kesempatan itu, Airlangga mengisyaratkan partainya itu bakal berkoalisi dengan PAN dan PPP di Pilpres 2024.

"Ini merupakan kumpulan pengalaman bersama dan tentunya kita akan bekerja sama ke depan untuk mengawal agenda-agenda politik ke depan, termasuk dalam pemilu nanti di 2024," kata Airlangga.

Baca juga: 75 Parpol Berhak Daftar Pemilu

Menko Perekonomian itu menyatakan, Golkar, PAN dan PPP bersepakat membangun budaya politik baru. Di mana budaya politik baru itu dijalankan dengan kerja sama yang berjenjang dan bertahap.

"Sehingga kita mempunyai scope pengalaman di dalam berbagai periode, berbagai tantangan yang sudah kita hadapi. Mulai dari resesi 98, krisis moneter, 2008, sampai dengan penanganan Covid dan pemulihan ekonomi," jelas Airlangga.

Untuk menindaklanjuti pertemuan malam ini, Airlangga juga menginstruksikan jajaran kader Golkar di daerah untuk menyamakan persepsi dengan PAN dan PPP.

Ia berharap adanya poros 'Sam Ratulangi' ini akan mengurangi efek politik identitas akibat polarisasi Pilpres 2014 dan 2019, lalu.

"Bersatu itu sendiri adalah beringin, matahari, dan Baitullah, jadi Ka'bah. Jadi pertemuan ini tentu diharapkan dengan matahari ini PAN bisa berjalan, dan pohon beringin semakin tunbuh. Dan juga pertemuan kerja sama ini adalah yang diridhoi oleh Allah SWT," ungkap Airlangga.

Senada, Zulkifli Hasan menyatakan momentum Idul Fitri saat ini harus dimanfaatkan untuk menghilangkan residu pascapilpres 2019 lalu.

Ia pun mengajak masyarakat bersatu membangun Indonesia dengan gagasan baru.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved