Berita Belu Hari Ini
Desa Dampingan Bethesda Yakkum Komit Tanggulangi HIV-AIDS
meski dari APBDes tidak dianggarkan namun dari pemerintah kabupaten memberikan intervensi lewat kegiatan yang terintegrasi
Penulis: Teni Jenahas | Editor: Rosalina Woso
Laporan Reporter POS KUPANG. COM, Teni Jenahas
POS KUPANG. COM, ATAMBUA - Pemerintah Desa di Kabupaten Belu yang menjadi desa dampingi LSM atau NGO CD Bethesda Yakkum berkomitmen untuk menanggulangi penyakit HIV dan AIDS di wilayahnya masing-masing.
Pasalnya, HIV-AIDS merupakan persoalan serius yang harus segera ditangani agar terwujudnya three zero HIV-AIDS tahun 2030 yakni, zero infeksi baru, zero kematian terkait AIDS dan zero stigma dan diskriminasi.
Bentuk komitmen dari pemerintah desa antara lain mengatur kebijakan, program kegiatan atau rencana aksi, anggaran dan menjalin kemitraan dengan masyarakat. Dari beberap aspek ini, pemerintah desa mengaku pada aspek anggaran masih terdapat kendala akibat Covid-19.
Baca juga: Pantau Ujian Psikologi, Kapolda NTT Beri Motivasi Bagi Peserta Calon Bintara Polri
Ke depan, pemerintah desa akan berupaya mengalokasikan kembali anggaran untuk kegiatan penanggulangan HIV-AIDS, baik untuk sosialisasi maupun kegiatan lainnya.
Komitmen ini disampaikan sejumlah kepada desa yang ditemui Pos Kupang. Com saat mengikuti kegiatan Monitoring dan Evaluasi Program Pencegahan Terpadu Penularan HIV AIDS di Kabupaten Belu.
Kegiatan yang berlangsung selama empat hari ini diselenggarakan CD Bethesda Yakkum Yogyakarta Area Belu, di Hotel Nusantara 2 Atambua, Jumat 13 Mei 2022.
Nara sumber dalam kegiatan ini didatangkan dari kantor pusat CD Bethesda Yakkum Yogyakarta, Dewi Utari dan Ghanis Kristia. Peserta kegiatan adalah kepala desa dan lurah serta kelompok dukungan sebaya (KDS).
Baca juga: Atasi Kamtibmas Sumba Barat, Kapolres Anak Agung Kedepankan Pendeketan Persuasif
Desa dan kelurahan yang mendapat pendampingan dari CD Bethesda Yakkum adalah Desa Silawan, Leosama, Bakustulama, Fatuketi, Manleten dan Tukuneneo serta Kelurahan Tulamalae dan Umanen.
Kades Silawan, Fernandes Keli mengatakan, Desa Silawan sudah menyusun rencana aksi penanggulangan HIV-AIDS dalam bentuk kegiatan sosialisasi dan fasilitasi kegiatan WPA dengan alokasi anggaran Rp 7 juta lebih.
Menurut Keli, selain kegiatan yang didanai oleh APBDes, penanggulangan HIV-AIDS juga didanai pemerintah kabupaten lewat kegiatan-kegiatan kesehatan.
Kades Tukuneno, Siprianus Wedin Kali mengungkapkan, di tahun 2021, pemdes pernah mengalokasikan anggaran untuk penanggulangan HIV-AIDS namun direalokasi ke BLT sebagai upaya pemulihan ekonomi selama pandemi Covid-19.
Baca juga: Polsek Insana Utara Gagalkan Penyelundupan Minyak Goreng ke Timor Leste
Siprianus berkomitmen bersama BPD agar di tahun 2023 dialokasikan kembali anggaran untuk kegiatan sosialisasi dan pemberian makanan tambahan (PMT).
Kondisi yang sama terjadi di Desa Manleten sebagaimana diakui Kepala Desa, Kristian J. Rony Seran. Kata dia, di tahun 2018 pemerintah desa pernah mengalokasikan dana sekitar Rp 12 juta untuk penanggulangan HIV-AIDS.
Sedangkan empat tahun terakhir 2019-2022 tidak dianggarkan lagi karena sebagian besar anggaran desa diperuntukan bagi penanganan Covid, salah satunya BLT.