Sidang Kasus Astri Lael

KRONOLOGI LENGKAP Kasus Kematian Astri dan Lael Berdasarkan Surat Dakwaan Kejari Kota Kupang

Saat ini kasus tersebut telah masuk dalam ranah persidangan. Persidangan perdana digelar Selasa 11 Mei 2022 dengan terdakwa Randy.

Penulis: Eflin Rote | Editor: Eflin Rote
Facebook/Jekson Manafe
Astri Manafe dan Lael Maccabe 

Saat itu Randy dan korban terlihat sedang mengendong Lael baring-baring di dalam mobil tersebut. Sekitar pukul 07.40 wita, terdakwa mengisi bahan bakar di SPBU Fatululi lalu kembali lagi ke areal parkir Hollywood.

Astri dan Lael Dihabisi Randy

Sekitar pukul 09.00 wita, Randy mencekik dan membekap korban Astri menggunakan kedua tangannya dan saat itu korban Astri sempat melakukan perlawanan namun tenaga Randy lebih kuat sehingga menyebabkan korban mati lemas.

Randy pun kembali membekap anaknya, Lael Maccabee menggunakan telapak tangannya dan menyebabkan Lael juga mengalami mati lemas.

Setelah memastikan korban Astri dan Lael tidak bernapas atau meninggal, Randy kemudian memindahkan jenazah keduanya ke kursi penumpang bagian tengah.

Sekitar pukul 12.51, Randy mengemudikan mobil yang berisi jenazah Astri dan Lael keluar dari areal parkir Hollywood.

Di tengah perjalanan, Randy sempat membeli kantong plastik sampah berwarna hitam sebanyak dua bungkus di Toko Rukun Jaya Oeba dan kemudian Randy menuju ke rumahnya di Kelurahan Penkase, Oeleta.

Sekitar pukul 13.45 Wita Randy tiba dirumahnya dan memarkirkan mobil di tanah kosong di depan rumahnya.

Randy lalu memasukkan mayat Lael terlebih dahulu ke dalam 2 kantong plastik sampah warna hitam (yang didouble) dan memindahkannya ke bagian bagasi mobil. Begitu juga dengan mayat Astri.

Setelah itu, Randy mengemudikan mobil yang di dalamnya berisi mayat Astri dan Lael menuju Parkiran Belakang Kantor BPK.

Mayat Astri dan Lael Dikuburkan di Lubang Galian di Penkase

Pada Minggu 29 Agustus 2021, sekitar pukul 09.00 Wita, Randy berangkat menuju Kantor BPK menggunakan sepeda motor. 

Setibanya disana, Randy menelpon Marthen Taunus alias Mae alias Martin alias Tin untuk meminjam linggis.

Randy pun sempat meminta bantuan Martin untuk menggali lubang namun permintaan tersebut ditolak Martin.

Terdakwa Randy kemudian meminta tolong Davidson Daga Mesa alias David alias Bob untuk menggali lubang.

Halaman
1234
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved