Senin, 4 Mei 2026

Perang Rusia Ukraina

Perang Rusia vs Ukraina: Perang Meluas, Rusia Ancam Bom Pangkalan Militer Inggris? NATO Ladeni?

Potensi perang Rusia di Ukraina meluas ke negara barat dan NATO. Rusia mengancam akan menyerang dan mengebom pangkalan militer Inggris serta menargetk

Tayang:
Editor: Ferry Ndoen
Serambinews
Pasukan Ukraina patroli 

Karena hal itu dapat mencegah kematian warga sipil.

Pemandangan menunjukkan sebuah bangunan tempat tinggal, yang menurut pejabat lokal Ukraina dirusak oleh penembakan, di kota Vrubivka, di wilayah Luhansk, Ukraina, dalam gambar selebaran yang dirilis 17 Februari 2022. Layanan Pers Kepolisian Nasional Ukraina di Wilayah Luhansk/Handout melalui REUTERS
Pemandangan menunjukkan sebuah bangunan tempat tinggal, yang menurut pejabat lokal Ukraina dirusak oleh penembakan, di kota Vrubivka, di wilayah Luhansk, Ukraina, dalam gambar selebaran yang dirilis 17 Februari 2022. Layanan Pers Kepolisian Nasional Ukraina di Wilayah Luhansk/Handout melalui REUTERS (Layanan Pers Administrasi Sipil-Militer Kota Popasna/Handout via REUTERS)

Minggu ini depot pengisian ulang kunci di Bryansk 95 mil di dalam Rusia terkena serangan yang menyebabkan ledakan di tangki bahan bakar dan kilang.

Ukraina belum mengaku melakukan serangan itu.

"Saya pikir itu pasti kasus bahwa masyarakat internasional sekarang menyediakan ke Ukraina dan memiliki jangkauan untuk digunakan di perbatasan. Tapi itu belum tentu menjadi masalah. Sangat sah bagi Ukraina untuk menargetkan di kedalaman Rusia untuk mengganggu logistik yang jika tidak diganggu, akan secara langsung berkontribusi pada kematian dan pembantaian di tanah Ukraina," kata Heappey

Dia juga bersikeras bahwa Ukraina masih bisa memenangkan perang jika Barat terus menyediakan peralatan yang diperlukan.

Sementara itu, 40 menteri pertahanan NATO dan Uni Eropa kemarin bertemu di Jerman untuk menyetujui pengiriman sistem senjata yang lebih berat ke Ukraina.

Setelah berminggu-minggu kebingungan, Jerman mengumumkan akan menyediakan 50 sistem anti-pesawat Gepard.

Ini menyusul kritik keras dari AS dan Eropa bahwa Jerman terlalu ragu untuk mengirimkan persenjataan berat karena khawatir akan melebarkan konflik.

Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin mengungkapkan pejabat senior dari aliansi akan bertemu sebulan sekali untuk memastikan mereka mengoptimalkan peluang untuk mengirim peralatan militer ke Ukraina.

"Kami tidak punya waktu untuk kehilangan. Kita harus bergerak dengan kecepatan perang," katanya.

Menteri Luar Negeri AS Liz Truss memberikan dukungannya kepada Inggris untuk menyediakan senjata yang lebih kuat bagi Ukraina.

Dia mengatakan itu tidak lagi cukup untuk memasok persenjataan pertahanan karena sifat pertempuran telah berubah.

"Sudah terlalu lama ada perbedaan yang salah antara senjata defensif dan ofensif. Itu menjadi alasan bagi beberapa orang untuk menyeret kaki mereka. Waktu itu sekarang telah berlalu," katanya.

Perang Nuklir

Sebelumnya Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov memperingatkan bahwa NATO sekarang sedang berperang proksi dengan Rusia akibat operasi militer khusus di Ukraina.

Sumber: Warta Kota
Halaman 3/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved