Berita Pendidikan
Sejarawan Thomas Ataladjar Terbitkan Buku Sejarah Lembata 552 Halaman Dilaunching Oktober 2022
Sejarawan Thomas B Ataladjar akhirnya berhasil merampungkan penulisan buku sejarah peradaban manusia di Pulau Lembata setebal 552 halaman. Buku
Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Ferry Ndoen
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo
POS-KUPANG.COM, LEWOLEBA - Sejarawan Thomas B Ataladjar akhirnya berhasil merampungkan penulisan buku sejarah peradaban manusia di Pulau Lembata setebal 552 halaman. Buku dengan judul, ‘Lembata; Dalam Pergumulan Sejarah dan Perjuangan Otonominya’ ini sudah dicetak oleh Penerbit Ikan Paus Lamalera sebanyak seribu eksemplar. Rencananya buku ini akan dilaunching ke publik pada peringatan otonomi daerah Kabupaten Lembata, 12 Oktober 2022 mendatang di desa Hadakewa, Kecamatan Lebatukan.
Kepada Pos Kupang, via telepon pada pertengahan April 2022, sejarawan kelahiran Atadei Lembata yang sekarang berdomisili di kota Jakarta ini mengungkapkan, proses penelitian, pengumpulan data dan wawancara untuk kepentingan penulisan buku ini dilakukan selama hampir 30 tahun, sejak dia hijrah ke Jakarta dan bekerja sebagai jurnalis.
Thomas mengaku sejumlah narasumber yang dia wawancarai, sekarang ada yang sudah meninggal dunia, dan dia bersyukur sejumlah dokumen sejarah telah berhasil dia kumpulkan.
“Saya menulis buku ini dalam diam,” ungkap salah satu penulis di Ensiklopedia Nasional Indonesia (ENI) tahun 1988-1994 ini.
Alasannya, lanjut Thomas, dia ingin buku sejarah Lembata ini bebas dari pelbagai kepentingan apa saja dan jauh dari unsur subjektivitas. Oleh sebab itu, Thomas menjamin objektivitas penulisan sejarah tanah kelahirannya itu.
Tanpa menyampaikan maksudnya kepada semua orang, beberapa kali Thomas pun datang sendiri ke Lembata untuk kepentingan penelitian dan wawancara. Dia mengikuti sejumlah ritual adat di Lembata, seperti misalnya ritual adat pesta kacang di kampung adat Lewohala, Ile Ape. Dia juga berkesempatan melacak jejak-jejak kebudayaan yang ada di Lembata termasuk situs-situs pra sejarah.
Barulah pada tahun 2020, penulis buku Sejarah Jakarta ini membeberkan ke publik bahwa dirinya akan menerbitkan buku tentang sejarah panjang peradaban di Lembata yang sudah dia siapkan selama bertahun-tahun.
Alumnus Seminari San Dominggo Hokeng ini menganggap penulisan buku sejarah Lembata tersebut sebagai wujud konkret pengabdiannya kepada tanah dan seluruh masyarakat Lembata.
Thomas menyampaikan terima kasih berlimpah kepada semua pihak yang terlibat dalam proses penulisan buku sejarah Lembata.
“Bahwa terbit hingga akan diluncurkannya buku Sejarah Lembata ini tidak terlepas dari dukungan penuh tokoh pejuang otonomi Lembata yang juga Anggota DPR RI Haji Sulaeman L. Hamzah,” pesan Thomas.
Isi Ringkas
Buku 'Lembata: Dalam Pergumulan Sejarah dan Perjuangan Otonominya' menguraikan sejarah peradaban di Lembata sebanyak 25 bab dengan tebal buku 552 halaman.
Buku ini coba mengendus dan menelusuri jejak tapak Sejarah Lembata dari sejumlah tonggak dan serpihan sejarah yang melekat pada bumi Lembata, yang pernah ikut menghiasi titian perjalanannya sejak zaman nirleka (pra-aksara) yang sekaligus melatarbelakangi topik utamanya Sejarah Perjuangan Rakyat Lembata dalam memperjuangkan otonominya, hingga mencapai otonominya. Satu hal yang tidak mungkin dibantah adalah bahwa Lembata menjadi kabupaten, itu merupakan salah satu poin dari rentang perjalanan sejarah Lembata. Artinya, tidak bisa lepas dari periodisasi sejarahnya sebelum menjadi kabupaten.
Begitu banyak tonggak dan serpihan sejarah yang melekat pada Sejarah Lembata, seperti :
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/sejarawan-thomas-b-ataladjar-akhirnya-berhasil-menyelesaikan.jpg)