Berita Sikka Hari Ini
Puluhan Tahun Konsumsi Air Hujan, Warga di Sikka Minta Pemerintah Manfaatkan Waduk Napun Gete
Selama ini, mengakali ketersediaan air yang kurang, warga mengandalkan air hujan dan membeli air di Geliting.
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Nofri Fuka
POS-KUPANG.COM, MAUMERE - Warga di Desa Blatatatin, Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka, mengeluhkan ketersediaan air minum yang tak cukup.
Selama ini, mengakali ketersediaan air yang kurang, warga mengandalkan air hujan dan membeli air di Geliting.
Warga sekitar, Arnoldus (50) saat dijumpai, Sabtu 23 April 2022 mengungkapkan, warga di desanya sudah puluhan tahun mengalami kelangkaan air bersih untuk dikonsumsi.
Iapun meminta supaya, pemerintah dapat memanfaat air yang tertampung di Waduk Napun Gete, untuk dialirkan ke masyarakat di tiap desa yang kesusahan air minum termasuk Desa Blatatin.
"Kami hanya minta pemerintah kalau bisa alirkan air yang ada di Napun Gete, ke masyarakat, termasuk di sini," ungkapnya.
Selama ini, Kata Arnoldus, mereka menadah air hujan untuk diminum. Selain itu, membeli air dari mobil tangki.
"Kami selama ini tadah air hujan untuk konsumsi, selain itu beli air," ujarnya.
Baca juga: Lebih Dari Setahun, Gunung Ile Lewotolok Terus Erupsi
Menurut Arnoldus, biaya air per Tangki sekitar Rp.150.000.
"Harga sekitar Rp. 150.000. Warga ada yang 1 bulan 2 tangki, ada yang bisa lebih dari itu," tuturnya.
Kalau untuk keluarganya Arnoldus, perbulan mereka membeli 2 tangki air minum. (Cr1)
