Berita Labuan Bajo Hari Ini

Dirut BPOLBF: Pembukaan Jalan Baru Permudah Akses Kawasan Hutan Bowosie Labuan Bajo

Pembukaan jalan baru itu untuk mempermudah akses pengembangan kawasan pariwisata terpadu Hutan Bowosie Labuan Bajo.

Penulis: Gecio Viana | Editor: Alfons Nedabang
POS-KUPANG.COM/GECIO VIANA
Shana Fatina 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gecio Viana

POS-KUPANG.COM, LABUAN BAJO - Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) Shana Fatina menanggapi upaya sejumlah warga menghadang pembukaan jalan ke lahan otorita di Tuke Tai Kaba, sisi selatan Hutan Bowosie Desa Golo Bilas, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis 21 April 2022.

Pembukaan jalan baru itu untuk mempermudah akses pengembangan kawasan pariwisata terpadu Hutan Bowosie Labuan Bajo.

Shana Fatina menjelaskan, pihaknya melihat dan merespon beberapa masyarakat yang masih melakukan penolakan. Namun pada prinsipnya BPOLBF sudah berjalan bersama Pemkab Manggarai Barat.

Menurut Shana Fatina, pihaknya pun telah melakukan berbagai proses dari mulai mengkomunikasikan dan mengkonfirmasi terkait sejarah tanah, status tanah dan kepemilikan lahan tersebut.

"Kemudian terakhir pak Bupati (Edistasius Endi) mengirimkan surat resmi kepada Kementerian LHK untuk menanyakan status pengajuan IP4T yang diajukan oleh masyarakat yang memang jawabannya pun juga sudah disampikan dan sudah difotokopi dan diberikan kepada seluruh masyarakat yang hadir saat itu dan memang proses IP4T tidak berlanjut. Jadi pada prinsipnya kawasan tersebut masuk ke dalam APL milik Pemkab Mabar, meskipun pemkab masih harus melanjutkan dengan proses tata batas dalam konteks 34 hektar," kata Shana Fatina di Labuan Bajo, Jumat 22 April 2022.

Baca juga: Polisi Amankan Warga yang Hadang Pembukaan Jalan ke Lahan Otorita Labuan Bajo

Namun karena belum selesai, lanjut Shana Fatina, pemkab telah menanyakan kepada Gubernur NTT terkait siapa yang melakukan penataan dan telah didelegasikan ke Pemkab Mabar untuk menata kawasan seluas 38 hektar.

"Dengan kata lain, prinsipnya kami juga tidak akan berani mengambil langkah-langkah apabila hal tersebut belum jelas, tapi karena sudah jelas duduk persoalannya dan sudah jelas kepemilikan lahannya dan kemudian nanti untuk persoalan di lapangan kita coba selesaikan dan kita akan coba temukan musyawarah mufakat sehingga semua pihak terfasilitasi dan semua bisa menyelesaikan semua ini dengan baik dan  tuntas," jelasnya.

Shana Fatina juga menjelaskan, akses jalan yang dibuka sebagai langkah dalam membangun lahan otorita yang diberikan kepada BPOLBF untuk dikembangkan menjadi kawasan pariwisata terpadu.

Lokasi itu berada pada hutan Nggorang Bowosie, akan dijadikan kawasan dengan design untuk memberikan manfaat lebih banyak lagi untuk masyarakat di Manggarai Barat, termasuk masyarakat NTT secara keseluruhan, agar bisa ikut berpartisipasi dalam pengembangan pariwisata berkualitas di Labuan Bajo.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved