Berita Nasional

KKB Papua Cerai Berai, Kini Sebby Sambom Tak Lagi Tunduk Pada Benny Wenda: Untuk Apa Tunduk ke Dia?

Juru Bicara OPM< Sebby Sambom melancarkan serangkaian tuduhan ke Benny Wenda. Ia menyebut Benny Wenda menghancurkan arah perjuangan KKB. Simak ini.

Editor: Frans Krowin
POS-KUPANG.COM
Kelompok KKB menenteng senjata dengan latar belakang bendera bintang kejora, Papua 

Setelah itu keduanya dihentikan oleh orang yang tak dikenal. Pada saat itulah kedua korban dihabisi.

"Pelakunya masih sedang pendalaman. Kami sedang mengumpulkanm bahan dan keterangan tentang kejadian itu," ujarnya.

Ia mengatakan sampai saat ini belum diketahui berasal dari kelompok mana orang yang menahan kemudian menghabisi kedua tukang ojek tersebut.

Prajurit TNI di hutan Papua
Prajurit TNI saat sedang berada di hutan ketika menyisir kelompok kriminal bersenjata di Papua.

KKB Papua Terus Bergerak

Saat ini kelompok kriminal bersenjata di Papua terus melancarkan aksinya. Gerombolan pengacau itu sepertinya tak mempedulikan perseteruan antara Sebby Sambom dengan Benny Wenda.

Meski faktanya demikian, tapi anggota KKB itu seakan kehilangan arah. Sebab mereka bergerak tanpa arahan dari pemimpin besar.

Buktinya, sejak insiden penembakan dua tukang ojek itu pada Selasa 12 April 2022, hingga saat ini Sebby Sambom tak berbicara sedikit pun.

Padahal biasanya, bila warga sipil tewas tertembak, Sebby langsung tampil dan mengklaim kelompok yang bertanggung jawab atas insiden tersebut.

Informasi yang beredar menyebutkan bahwa orang tak dikenal dalam aksi penembakan tukang ojek itu, adalah kelompok baru bentukan KKB Papua.

Kelompok baru itu merupakan anggota KKB yang baru dibentuk. Mereka juga baru saja mengikuti pelatihan versi KKB.

Salah satu pelatihan anggota baru dilakukan oleh Panglima KKB Papua di Kabupaten Nduga, Egianus Kogoya.

Baca juga: Terjebak Siasat TNI, Penembak Jitu KKB Papua Tewas Tertembak, Sang Sniper Itu Ditembak Saat Menembak

Pelatihan itu diselenggarakan setelah KKB merekrut para pemuda di Papua. Pasca perekrutan itulah diikuti dengan pelatihan militer.

Saat pelatihan berlangsung, anggota baru itu umumnya menggunakan peralatan perang tradisional, seperti busur dan anak panah, tombak dan parang.

Pasca pelatihan itulah anggota baru KKB Papua langsung melancarkan serangkaian serangan, diantaranya penembakan dua tukang ojek tersebut.

Benarkah informasi tersebut? Kita tunggu hasil pendalaman yang dilakukan oleh aparat penegak hukum Polda Papua. (frans krowin)

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved