Berita Sumba Timur Hari Ini

Yunus Takandewa: Biskuit Jangan Kasih Tamu, Susu Jangan Kasih Bapa

PDI Perjuangan sebagai partai wong cilik atau marhaen harus terus menjadi pelopor gerakan gerakan kemanusiaan yang membawa kemaslahatan

Penulis: Ryan Nong | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/RYAN NONG
Sekretaris DPD PDI perjuangan NTT Yunus Takandewa saat berbicara kepada ibu hamil kek dan ibu ibu dari anak stunting di Posyandu Lurimandang, Kampung Mboka Kelurahan Temu, Kecamatan Kanatang Sumba Timur pada Sabtu 16 April 2022 siang. 

"Mari kita menjadi duta stunting supaya kita selalu bisa cek siapa di lingkungan kita yang hamil dan stunting," ujar Yunus Takandewa. 

Ketua Komisi V DPRD NTT yang membidangi kesejahteraan itu menjelaskan, ketika tahu ada warga atau anggota masyarakat di lingkungan yang hamil maka harus segera mencari dan menginformasikan kepada kader, posyandu, ataupun pihak puskesmas. 

Baca juga: Airlangga Didoakan Jadi Presiden 2024 Saat Santuni Anak Yatim di Bulan Ramadhan

"Laporkan segera agar 1000 hari pertama kehidupan mendapat intervensi yang maksimal, kehamilan diperiksa dan diberi edukasi serta pendampingan," tambah politisi kelahiran Sumba Timur itu. 

Karena itu, lanjut dia, PDI Perjuangan harus menjadi pelopor dalam upaya upaya baik yang ia sebut sebagai misi kemanusiaan PDI Perjuangan. 

"Ini misi kemanusiaan, apalagi menjelang Paskah. Paling penting bagaimana kita terus berjuang supaya stunting bisa kita tekan di Sumba Timur dan NTT," tegas dia. 

Menjadi Agen Stunting, menurut Yunus hanyalah pintu masuk untuk intervensi karena stunting sendiri memiliki banyak variabel, termasuk diantaranya konsumsi gizi serta edukasi. 

"Jadi program kita untuk intervensi stunting itu diantaranya menjadi duta stunting. Kalo Hamil Lapor Beta (saya)," ujar Yunus Takandewa. 

Baca juga: Transfer Pemain Liga 1: Duo Pemain Singo Edan Cabut dari Arema FC, Kans Shafira & Helsya ke Persis?

Penanganan stunting sejak hulu yakni pada masa kehamilan sebagai bagian dari 1000 hari pertama kehidupan menjadi penting karena banyak persoalan yang terjadi ketika hamil, dimana hal tersebut mempengaruhi janin dan ibu yang berkontribusi pada kondisi stunting. 

Banyak perempuan menyembunyikan kehamilan karena berbagai alasan seperti kehamilan yang tidak diinginkan, takut dan malu, juga persoalan persoalan keluarga lainnya. 

"Launching Peduli Stunting, Kalau Hamil Lapor Beta menuntut kita semua jadi duta stunting. Hari ini kita mulai di Pandawai, selanjutnya di Kanatang. Nanti kita semua harus memastikan di lingkungan,  dapil masing masing. Ini kerja kemanusiaan untuk menyelamatkan generasi," tutup Yunus. (*) 

Berita Sumba Timur Hari Ini

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved