Perang Rusia Ukraina
1.600 Tentara Inggris Siap Tempur Tak Peduli Rusia Gunakan Nuklir, Siaga di Lituania Tunggu Perintah
Pemerintah Kerajaan Inggris telah menempatkan sekitar 1.600 tentara reguler di Lituania Pasukan itu merupakan bagian dari NATO yang siap menghadang R
POS KUPANG.COM -- Pemerintah Kerajaan Inggris telah menempatkan sekitar 1.600 tentara reguler di Estonia
Pasukan itu merupakan bagian dari NATO yang siap menghadang Rusia bila berani menyerbu Lituania yang juga anggota NATO
Pasukan sudah menyatakan siap tempur melawan tentara Vladimir Putin meski kerap diacam dengan senjata nuklir
Diketahui , saat ini, sekitar 1.600 tentara Inggris berada di Estonia.
Kehadiran tentara Inggris itu sebagai bagian dari kelompok perang NATO yang dikerahkan untuk melindungi negara yang berbatasan 183 mil dengan Rusia.
Baca juga: Ancaman Rusia ke Amerika Serikat dan Nato Jika Nekat Kirim Senjata Canggih ke Ukraina
Panglima militer juga dapat memanggil sekitar 30 tank tempur Challenger II dan 60 kendaraan lapis baja dari Resimen Tank Kerajaan.
Dan Letnan Kolonel Ru Streatfeild, yang memimpin kelompok pertempuran NATO, mengatakan pasukannya "100 persen" siap jika Vladimir Putin memerintahkan invasi ke Estonia
Dia menambahkan bahwa dia tahu rencana pertempurannya jika terjadi serangan Rusia.
Dilansir dari express.co.uk pada Sabtu (16/4/2022), tentara Inggris menyatakan tingkat pelatihan mereka yang sangat tinggi bisa menjadi faktor penentu di medan perang.
Baca juga: Rusia Beri Tahu Pasukan Ukraina di Mariupol untuk Meletakkan Senjata

“Anda bisa memiliki semua perlengkapan di dunia, tetapi jika Anda tidak percaya diri menggunakannya, itu tidak akan membawa Anda kemana-mana bukan?" tegas Letnan Kolonel Ru Streatfeild.
Daily Express kemarin bergabung dengan tentara Inggris di garis depan di Estonia saat mereka berlatih bersama rekan-rekan Denmark dan Prancis.
Baca juga: Perang Rusia vs Ukraina: Pangeran Mohammed Bin Salman Dukung Vladimir Putin Cari Solusi Ukraina
Sekutu Barat berlatih menyerang target pada dua sumbu, sementara pasukan Estonia mempertahankan posisinya.
Sebuah topan RAF terbang beberapa saat sebelum tank tempur Challenger II Inggris menembak sasaran dalam upaya untuk mengamankan posisi mereka.
Pejabat Estonia mengatakan bahwa mereka "harus berasumsi" Vladimir Putin suatu hari nanti akan menyerang negara mereka.
Dan Letnan Kolonel Ru Streatfeild mengakui pasukan NATO harus siap berperang.
Baca juga: 7.000 Mayat Tentara Rusia Ada di Kamar Jenazah Ukraina, 3.000 Jasad Dikembalikan Ditolak Moskow