Berita NTT Hari Ini
Dari Program PWMP Kementan, Petani Milenial Kupang Sukses Kembangkan Usaha
dukungan-dukungan yang diberikan BPPSDMP terhadap program kegiatan BPPSDMP yang menjadi skala prioritas.
POS-KUPANG.COM - Kesuksesan program Penumbuhan Wirausaha Muda Pertanian (PWMP) terus terlihat. Kali ini siswa-siswi SMK-PP Negeri Kupang berhasil menjalankan bisnisnya yaitu pemasaran ayam boiler.
Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, menyatakan pertanian harus didorong menjadi subsektor ekonomi yang maju, mandiri dan modern yang didukung oleh kapasitas SDM pertanian yang profesional, mandiri dan berdaya saing.
“Dan hal tersebut harus didukung oleh kapasitas SDM Pertanian yang professional, mandiri dan berdaya saing,” ujar SYL.Mentan dalam Rilis BPPSDMP - 14 April 2022, yang dikirim Luluk Juan Pertiwi
*0474/HUMASmistis kaum milenial yang inovatif dan memiliki gagasan yang kreatif akan mampu mengawal pembangunan pertanian yang maju, mandiri, modern.
Baca juga: Jelang Laga Man City Vs Real Madrid, Guardiola: Jangan Bermain Seperti Saat Laga Kontra Atletico
Senada dengan pernyataan Mentan, Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi juga mendukung program PWMP dan menyemangati para pelaku usaha milenial untuk mensukseskan pertanian.
"SDM yang tentunya berdaya saing tinggi, berkompetensi dan jeli melihat potensi pasar," katanya, saat menjelaskan dukungan-dukungan yang diberikan BPPSDMP terhadap program kegiatan BPPSDMP yang menjadi skala prioritas.
Tak hanya memasarkan ayam boiler, Maria Anggelina Bano (XII ATR), Redy Trisna Tino (XII ATR), Nelson Abitri Nomleni (XII KH) tidak hanya fokus pada penjualam ayam broiler saja namun juga produk olahan lainnya.
Baca juga: Mantan Sekda Belu Meninggal, Johanes Prihatin: Petrus Bere Putra Terbaik Kabupaten Belu
“Yang menjadi usaha utama saya bersama teman-teman adalah pemasaran ayam broiler mentah. Tetapi, kami membuat juga usaha sampingan seperti roti coklat, usus goreng, olahan ayam broiler seperti sate ayam,ayam bumbu,dan ayam crispy”, tutur Lina sebagai ketua kelompok.
Lina pun menyampaikan harapan kedepannya agar tetap bisa melanjutkan usaha ini ditempat masing-masing.
Karena tahun depan Redy nanti akan melanjutkan kuliah di Polbangtan Malang, Aby akan melanjutkan kuliah di Polbangtan Jogja, sedangkan saya melanjutkan kuliah di Polbangtan Manokwari” tutur Lina.
Dalam menjalankan sebuah usaha tentunya terdapat hambatan yang dihadapi oleh semua wirausahawan. Tidak terkecuali kelompok PWMP ini.
Jalannya proses produksi terdapat sedikit hambatan karena jadwal pelajaran masing-masing anggota yang padat dan terdapat satu anggota yang berbeda kelas. Sehingga setiap kali akan membuat produk tentunya harus mencari waktu atau jam di luar pelajaran.
Baca juga: Habis Shalat Teraweh Bupati Ende Turun ke Gereja Ende Memang Rahim Pancasila
Dalam pemasaran produk, sejauh ini baru dipasarkan kepada guru-guru dan masyarakat di sekitar sekolah. Sebagai generasi milenial yang selalu up to date, para siswa pun mencoba memasarkan produk dengan memanfaatkan aplikasi whatsapp dan instagram.
Cara ini lebih efektif dalam proses pemasaran karena melalui medsos, produk olahan mereka akan dikenal lebih cepat dan luas.
“Kami memasarkan melalui instagram @relina662 atau dapat dipesan melalui whatsapp kami di nomor 082161774696”, Redy menjelaskan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/tiga-siswa-foto-bersama-sambil-memamerkan-produk-olahan-ayam.jpg)