Berita Sumba Timur Hari Ini
Tekad Menghidupkan 'Hidup Bersama' di Kota Kawau Sumba Timur
Dirinya mengapresiasi kehadiran Tim TEKAD yang memberikan langkah-langkah strategis
Penulis: Ryan Nong | Editor: Edi Hayong
Laporan Wartawan POS-KUPANG.COM, Ryan Nong
POS-KUPANG.COM, WAINGAPU - Program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD) dinilai sangat membantu desa sasaran dalam menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes).
Seperti halnya di Desa Kota Kawau Kecamatan Kahaungu Eti Kabupaten Sumba Timur, aparat desa dan masyarakat merasa terbantu dengan kehadiran Tim TEKAD yang memberi berbagai masukan termasuk soal pengembangan ekonomi desa melalui Badan Usaha Milik desa (Bumdes).
"Kita bersyukur dan berterima kasih kepada Tim TEKAD di Sumba Timur karena telah membantu kita di Desa Kota Kuwau dalam penyusunan RPJMDes," kata Kepala Desa (Kades) Kota Kawau, Randa ketika berdiskusi dengan Tim TEKAD Kabupaten Sumba Timur dan tim DPMD Provinsi NTT pada Senin, 11 April 2022.
Baca juga: Karya Pelaku UMKM Sumba Timur Tampil di Indonesia Fashion Week 2022
Saat itu, tim TEKAD Sumba Timur yang hadir bersama tim PMD Provinsi NTT berdiskusi terkait pengembangan Bumdes "Hidup Bersama" di desa itu.
Dirinya mengapresiasi kehadiran Tim TEKAD yang memberikan langkah-langkah strategis untuk upaya pengembangan BUMDes pada masa yang akan datang.
Kades Randa mengatakan, Musrenbangdes menyepakati nama Hidup Bersama untuk BUMDes di desa itu. Selain itu, telah terbentuk badan pengurus dan pengawas Bumdes pada 2 April 2022 lalu. Mereka juga menetapkan pengolahan jagung menjadi beras jagung sebagai jenis usaha BUMDes.
Baca juga: BPOM Pos Sumba Timur Gelar Operasi Makanan Kadaluarsa Jelang Idul Fitri, Begini Suasanannya
"Bumdes kita sudah terdaftar di Kementerian Hukum dan HAM pada 29 Maret 2022 lalu dan kami mendapat nomor urut pendaftaran ke tujuh. Dan ditargetkan setelah 25 hari pendaftaran nama Bumdes akan terbit,"jelasnya didamping Sekertaris Desa (Sekdes), Yulius Mbaha Kahali.
Dia berharap agar BUMDes Hidup Bersama itu dapat berjalan dengan baik ketika beroperasi nanti. "Kita berharap ketika BUMDes ini sudah beroperasi bisa berkembang dengan baik. Karena BUMDes yang lalu kami katakan mati suri dimana manajemen administrasinya tidak jelas," jelasnya.
Ia menyebut, BUMDes lama masih memiliki tunggakan sebesar Rp 21 juta. Sementara itu, sisa dana dalam buku rekening hanya sejumlah Rp 5 juta karena dipotong administrasi bank.
Baca juga: Wagub NTT Sebut Pemprov Urus Korban Laka Lantas di Papua Pulang ke Kampung Halamannya
Saat itu, Bumdes yang lama bergerak di bidang penyediaan Sembako namun tidak berjalan efektif dan menjadi temuan dari Inspektorat. Saat ini, temuan tersebut dalam tahap pengembalian.
Pada tahun 2022, belum dilakukan penyertaan modal karena belum ada realisasi pada tahun yang lalu. Sementara itu, mereka telah merencanakan penyertaan modal minimal Rp 50 juta pada 2023 mendatang.
Koordinator Kabupaten Program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD) Sumba Timur, Largus Ogot mengatakan BUMDes harus melakukan aktivitas ekonomi.
Baca juga: Pratu Reterson Penganiaya Pengunjung Kafe Hingga Tewas Terancam 6 Tahun Penjara
Karenanya, Program TEKAD mempunyai tanggung jawab untuk memperkuat BUMDes terutama dalam pengembangan usaha yang berkaitan dengan potensi-potensi yang ada di desa.
Ia mengatakan, tim TEKAD akan bergerak cepat untuk mencari solusi terkait persoalan Bumdes. Menurutnya, salah satu dokumen yang paling krusial adalah rencana kerja.