Berita Nasional

IRONIS, Meski Pemilu Bukan Urusannya, Tapi Luhut Binsar Pandjaitan Rajin Bicara Politik, Ada Apa?

Saat ini, sorotan terhadap Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan sangat luar biasa. Ini terkait Pemilu

Editor: Frans Krowin
Tribunnews.com
kolase, Ketua Bappilu DPP PDIP, Bambang Wuryanto alias Bambang Pacul (kiri) dan Menko Marves, Luhut Binsar Pandjaitan. 

POS-KUPANG.COM - Saat ini sorotan terhadap Luhut Binsar Pandjaitan sangat luar biasa.

Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) itu dinilai terlalu berlebihan menjalankan tugas.

Bahkan saking berlebihan, Luhut Binsar Pandjaitan kerap membicarkan hal yang sesungguhnya bukan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) Menko Marves.

Hal inilah yang menjadikan sosok yang satu ini sering dinilai sebagai figur yang terlampau sibuk.

Pasalnya, selain mengurusi tupoksinya, Luhut juga sering mengurusi tupoksi di luar tanggung jawabnya.

Atas sikap Luhut itulah Politisi PDIP, Bambang Wuryanto atau lebih dikenal dengan sapaan Bambang Pacul angkat bicara.

Ia melontarkan pernyataan pedas kepada Luhut Binsar Pandjaitan yang disebutnya sebagai menteri 'serba guna'.

Pasalnya, meski membidangi Menko Marves, tetapi Luhut lebih sering membicarakan pemilu bahkan Jokowi 3 Periode.

Baca juga: Jokowi Larang Omong tentang Penundaan Pemilu, Luhut Siap Patuh

Ia juga kesal, lantaran Luhut cenderung memperhatikan pemilu padahal itu bukan bidangnya Luhut.

Oleh karena itu, Bambang Pacul yang juga Ketua DPP Bapilu PDIP (Bidang Pemenangan Pemilu) itu mengingatkan Luhut agar fokus pada bidang tugas yang diemban.

Dengan nada menyindir, Bambang Pacul menyebut Luhut sebagai menteri utama lantaran memiliki kekuatan politik yang sangat kuat.

Atas penilaian Bambang Pacul tersebut, Juru Bicara Luhut, Jodi Mahardi memberikan respon senada.

Dia mengatakan, atasannya itu sering melakukan koordinasi lintas kementerian. Bahkan terkadang kementerian di luar lingkup koordinasi Kemenko Marves.

Hal itu terpaksa dilakukan Luhut, karena sejumlah isu diperlukan penanganan yang terintegrasi, walaupun terkadang harus lintas Kemenko.

"Makanya, kalau dibilang power politiknya kuat, saya rasa nggak begitu."

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved