Mudik Lebaran

Puncak Arus Mudik 29-30 April, Bandara Beroperasi 24 Jam

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memprediksi pemudik libur Lebaran Idulfitri 2022 mencapai 85 juta orang.

Editor: Alfons Nedabang
KOMPAS.com/IHSANUDDIN
Ilustrasi mudik. Bandara Soekarno Hatta di Tangerang, Banten, dipadati calon penumpang pada Rabu 5 Mei 2021. 

Selain itu, Budi juga menyoroti perhatian Presiden soal keamanan atau safety dan kesehatan para pemudik. Oleh karena itu ia berpesan agar prokes dilaksanakan dengan baik, dua kali vaksin, dan satu kali booster. "Semoga apa yang kita laksanakan ini bermanfaat untuk warga," harap dia.

Selain transportasi udara, Kemenhub juga memperhatikan pemudik yang menggunakan moda transportasi lain, yakni via darat, laut, kereta api. Pasalnya jumlah pemudik yang menggunakan moda transportasi tersebut, khususnya transportasi darat, tak kalah banyaknya.

Kemenhub bahkan memprediksi setengah dari total 85 juta pemudik tahun ini akan menggunakan jalur darat. Sebagian besarnya, yakni sekitar 40 juta orang akan mudik menggunakan mobil pribadi.

Baca juga: Jelang Ramadan 2022, Sandiaga Uno Bawa Kabar Gembira, Masyarakat Bebas Beribadah, Mudik Tanpa PCR

"Di transportasi darat khususnya kendaraan pribadi, ini kita spesifik ngomong kendaraan pribadi ya, baik roda dua maupun roda empat, angkanya luar biasa tinggi. Angkanya melebihi 40 juta yang akan menggunakan [jalur] ini," ungkap Staf Khusus Bidang Komunikasi Kemenhub, Adita Irawati, Jumat 8 April 2022.

Dengan banyaknya pemudik jalur darat itu, maka diperkirakan akan terjadi lonjakan kendaraan di jalan tol yang berpotensi menyebabkan kemacetan. Untuk itu, Kemenhub juga sudah menyiapkan beberapa kebijakan untuk meminimalisir terjadinya kemacetan dan menjaga kelancaran perjalanan pemudik. Di antaranya adalah membatasi operasinal angkutan barang.

Kementerian Perhubungan akan diberlakukan pembatasan operasional angkutan barang di jalan tol dan jalan nasional pada periode angkutan Lebaran 2022.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi mengatakan pembatasan operasional kendaraan angkutan barang akan berlaku pada arus mudik Lebaran 2022 yaitu 28 April 2022 hingga 1 Mei 2022.

“Kemudian juga akan berlaku saat arus balik yaitu 7-9 Mei 2022. Artinya operasional angkutan barang ini akan dibatasi operasionalnya,” ucap Budi Setiyadi.

Baca juga: Mudik 2022: Masyarakat Tahun Ini Bisa Mudik, Pemerintah Utamakan Bagi Sudah Vaksin, Syarat Lain?

Pembatasan operasional angkutan barang dilakukan terhadap mobil barang dengan Jumlah Berat Yang Diizinkan (JBI) lebih dari 14.000 kg, mobil barang dengan sumbu tiga atau lebih, mobil barang dengan kereta tempelan, dan kereta gandengan.

“Kemudian pembatasan juga berlaku untuk mobil barang yang digunakan untuk mengangkut bahan galian meliputi tanah, pasir, atau batu, bahan tambang dan bahan bangunan,” ujar Budi Setiyadi.

Ia menjelaskan pembatasan operasional angkutan barang diberlakukan mulai 28 April 2022 pukul 00.00 WIB sampai dengan Hari Senin, 9 Mei 2022 pukul 12.00 WIB. Selanjutnya akan diberlakukan lagi pada arus balik hari Sabtu, 7 Mei 2022 pukul 00.00 WIB sampai dengan Hari Senin, 9 Mei 2022 pukul 12.00 WIB.

“Pembatasan operasional ini sifatnya bukan pelarangan angkutan barang untuk menggunakan jalan tol, tetapi untuk mengurangi potensi kepadatan lalu lintas,” ucap Budi Setiyadi.

Sementara itu prediksi pengguna transportasi laut berada di angka 1,4 juta, dan pengguna kereta api sebesar 7,6 juta atau sekitar 10 persen dari total prediksi pemudik.

"Dari 85 juta yang ingin mudik, melakukan perjalanan mudik, di antaranya hampir 10 persen menggunakan kereta api. Kalau kita hitung secara lebih rinci sekitar 7,66 juta pemudik yang akan menggunakan kereta api di luar KRL Jabodetabek," ujar Dirjen Perkeretaapian Zulfikri.

PT KAI pun diimbau untuk melaksanakan persiapan mudik lebaran dengan baik dan melakukan kontrol dengan detail. Ia pun memastikan Stasiun Senen menyediakan fasilitas vaksinasi covid-19 setiap hari.

"Satu hal yang penting mereka yang berjalan adalah mereka yang sudah dua kali vaksin dan booster," kata Zulfikri. (tribun network/igm/har/dod)

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved