Sabtu, 9 Mei 2026

Perang Rusia Ukraina

9 Mei Hari Kemenangan Rusia, Putih Bakal Berhasil Kuasai Ukraina Timur?

Presiden Rusia Vladimir Putin sedang mencari "semacam kemenangan" sebelum parade Hari Kemenangan 9 Mei yang diagendakan tiap tahun di Rusia.

Tayang:
Editor: Alfons Nedabang
SHUTTERSTOCK via CANBERRATIMES.COM
Presiden Rusia Vladimir Putin 

Namun, sejauh ini, Rusia hanya berhasil menguasai Kota Kherson di Laut Hitam, meskipun Ukraina telah melancarkan serangan balasan. Odesa, pelabuhan terbesar di negara itu, tetap dalam kendali Kyiv.

Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin mengatakan pada Kamis 7 April 2022), bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin telah menyerah untuk menaklukkan Kyiv setelah pasukannya dipukul mundur oleh militer Ukraina.

"Putin berpikir bahwa dia bisa dengan sangat cepat mengambil alih negara Ukraina, dengan sangat cepat merebut ibu kota ini. Dia salah," kata Austin pada sidang Komite Angkatan Bersenjata Senat di Kongres.

"Saya pikir Putin telah menyerah pada upayanya untuk merebut ibu kota Ukraina dan sekarang fokus di selatan dan timur negara itu," kata Austin, dilansir dari AFP.

Baca juga: AS Pilih Sanksi Keras ke Rusia, Takut Pakai Kekuatan Militer ke Ukraina

Namun jalan perang Rusia-Ukraian secara keseluruhan, enam minggu setelah Rusia menginvasi Ukraina, dinilai masih belum pasti. Hal itu diungkapkan ketua Kepala Staf Gabungan AS, Jenderal Mark Milley, dalam sidang yang sama.

"Agar Ukraina 'memenangkan' pertarungan, mereka harus tetap menjadi negara yang bebas dan merdeka, dengan wilayah yang diakui tetap utuh," katanya. "Itu akan sangat sulit. Itu akan menjadi kerja keras yang panjang," ujar Milley.

"Bagian pertama mungkin telah berhasil dilancarkan," pendapat dia tentang perang yang dimulai pada 24 Februari.

"Tapi ada pertempuran signifikan di depan di tenggara, di sekitar wilayah Donbass di mana Rusia berniat untuk mengerahkan pasukan massal dan melanjutkan serangan mereka," katanya.

"Jadi saya pikir itu pertanyaan terbuka sekarang, bagaimana (perang) ini berakhir," ungkap Milley.

Baca juga: Jet Tempur Bombardir Ukraina, Vladimir Putin Marah, AS Jatuhkan Sanksi Putri Cantik Presiden Rusia

Austin mengatakan kepada panel anggota parlemen bahwa AS memberikan intelijen kepada militer Ukraina untuk mendukung perjuangannya di Donbass, di mana separatis yang didukung Moskwa telah memerangi pasukan pemerintah sejak 2014 dan sekarang mendapat dukungan langsung dari pasukan Rusia. Tetapi Milley mengatakan pertempuran di daerah itu akan sulit, dan bahwa untuk mencoba mendorong Rusia keluar, Ukraina kemungkinan akan membutuhkan lebih banyak dukungan senjata, seperti tank.

"Pertarungan di tenggara medannya berbeda dengan di utara," Milley menjelaskan.

“Ini jauh lebih terbuka dan cocok untuk lapis baja, operasi ofensif mekanis, di kedua sisi. Dan itulah sistem yang mereka cari,” katanya.

"Mereka meminta dan mereka mungkin bisa menggunakan baju besi dan artileri tambahan," ungkap Milley. (*)

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved