Berita Sumba Timur Hari Ini

Pertamina Pastikan Tidak Ada Pembatasan Alokasi Pertalite Untuk SPBU di Sumba Timur 

tingginya animo masyarakat mengisi bahan bakar jenis Pertalite menyebabkan stok untuk SPBU habis lebih cepat dari biasanya. 

Penulis: Ryan Nong | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/RYAN NONG 
Warga mengisi BBM jenis Pertalite di SPBU Matawai Kota Waingapu pada Rabu 6 April 2022.  

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong 

POS-KUPANG.COM, WAINGAPU – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax memicu permintaan terhadap Pertalite meningkat di Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur. 

Sejak 1 April 2022, Pertamina Persero resmi menaikan harga Pertamax dari Rp 9.000 per liter menjadi Rp 12.500 per liter. Sementara itu, harga Pertalite tetap Rp 7.650 per liter. 

Pantauan POS-KUPANG.COM di tiga stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang berada di Kota Waingapu, antrian kendaraan umumnya terjadi di Dispenser Stasiun Pertalite. 

Pada Selasa 5 April 2022 lalu, ketiga SPBU di Kota Waingapu itu kehabisan stok Pertalite sekira pukul 17.00 Wita. Petugas jaga di SPBU Kilo 2 Hambala menyebut stok Pertalite di stasiun pengisian itu habis pada pukul 17.00 Wita sehingga dua dispenser Pertalite ditutup. 

Baca juga: AS Akan Sanksi China Jika Menyerang Taiwan

Demikian pula di SPBU Matawai Kota Waingapu, stok Pertalite di stasiun pengisian itu habis sejak siang. Sementara di SPBU 03 Kambaniru, petugas jaga menyebut stok Pertalite habis sejak Senin 4 April malam. 

Pengawas SPBU 03 Kambaniru Melki mengaku, tingginya animo masyarakat mengisi bahan bakar jenis Pertalite menyebabkan stok untuk SPBU habis lebih cepat dari biasanya. 

Dia menyebut, pada Senin pagi, mereka mendapat alokasi pengisian bahan bakar jenis Pertalite sebanyak 8 ribu liter, Pertamax sebanyak 8 ribu liter dan Solar sebanyak 16 ribu liter. 

Namun, tidak butuh waktu hingga 10 jam, stok Pertalite di stasiun pengisian itu ludes. 

Baca juga: Perang Rusia vs Ukraina Picu Harga Bahan Bakar Minyak Naik 

Dia mengaku, normalnya pengisian bahan bakar minyak rutin dilaksanakan setiap hari.

Namun pada hari ini, Selasa, mereka tidak mendapat pengisian untuk tiga jenis BBM itu sehingga dispenser untuk Pertalite dan Solar terpaksa ditutup. 

Pihak Pertamina, kata dia, telah membuat kebijakan penjatahan BBM untuk SPBU. Setiap SPBU mendapat alokasi 8 ribu liter Pertalite, 8 ribu liter Pertamax dan 16 ribu liter Solar perhari. 

Hal yang sama juga dikonfirmasi Pengawas SPBU Matawai, Datuk Alwi Algadri. 

Ditemui pada Rabu 6 April 2022 siang, Datuk Alwi menyebut mereka mendapat jatah pengisian untuk pertalite sebanyak 8 ribu liter setiap hari. Sementara itu, untuk BBM jenis lain disesuaikan dengan permintaan mereka. Karenanya ia membantah soal kelangkaan stok Pertalite di Waingapu. 

Baca juga: China Desak AS, Inggris, Australia untuk Meninggalkan Pola Pikir Perang Dingin

Di SPBU yang didirikan pada 1981 itu, mereka mendapat dispensasi untuk menyalurkan atau melayani pembeli yang menggunakan jerigen. Meski demikian, pelayanan untuk pembelian menggunakan jerigen dibatasi maksimal 5 jerigen ukuran 30 liter bagi satu kendaraan khusus yang berasal dari wilayah kecamatan yang tidak memiliki SPBU. 

"Hanya kita saja yang diminta Pak Bupati untuk melayani masyarakat dari kecamatan dengan jerigen. Tapi dibatasi satu mobil hanya boleh 5 jerigen saja," ujar Datuk Alwi. 

Karena itu, pelayanan pertalite diperbolehkan bagi pembeli yang menggunakan jerigen yang berasal dari wilayah kecamatan di luar kota Waingapu yang tidak memiliki SPBU sendiri. 

Tidak Ada Pembatasan Lagi 

Sales Branch Marketing Pertamina area Sumba, Muhammad Herdiansyah menyebut tidak ada pembatasan alokasi Pertalite untuk setiap SPBU di Sumba Timur. Setiap SPBU akan dilayani sesuai dengan permintaan yang mereka ajukan. 

"Kita tidak ada pembatasan termasuk untuk Pertalite. Kita layani sesuai permintaan mereka (SPBU)," jelas Herdiansyah saat dihubungi pada Kamis 7 April 2022 pagi. 

Ia juga menegaskan, stok Pertalite dan jenis bahan bakar minyak yang lain masih aman di Depo Pertamina Persero Waingapu. Depo tersebut melayani distribusi BBM untuk wilayah Pulau Sumba, termasuk 17 SPBU se-pulau itu. (*)

Berita Sumba Timur Hari Ini

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved