Perang Rusia Ukraina

Amerika Serikat dan Uni Eropa Bakal Sanksi 2 Putri Presiden Putin

Washington sedang mempertimbangkan sanksi tambahan terhadap dua putri Putin dan Sberbank, bank terbesar Rusia.

Editor: Alfons Nedabang
LIVE YOUTUBE/THE TELEGRAPH
Pemandangan Gedung Putih Washington DC, Amerika Serikat. 

Barat seperti diketahui telah memberlakukan serangkaian sanksi terhadap Rusia setelah invasinya ke Ukraina.

Tetapi, sebulan setelah perang, Kremlin mengatakan akan melanjutkan serangan sampai mencapai tujuannya yaitu "demiliterisasi dan denazifikasi" Ukraina.

Beberapa sanksi secara khusus menargetkan pengusaha miliarder yang diyakini dekat dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

"Mari kita bertanya pada diri sendiri, dapatkah salah satu dari pengusaha besar ini memiliki pengaruh kuantum terkecil dari posisi kepemimpinan negara?" kata Medvedev yang kini menjadi Wakil Kepala Dewan Keamanan Rusia itu.

Baca juga: Jerman dan Perancis Usir Puluhan Diplomat Rusia, Dampak Kebrutalan di Bucha Ukraina

"Saya secara terbuka memberi tahu Anda, tidak, tidak mungkin," pendapat Medvedev, dikutip dari Reuters.

Dia sebelumnya juga pernah melontarkan pernyataan pada Sabtu 26 Februari 2022, bahwa Moskwa tidak benar-benar membutuhkan hubungan diplomatik dengan Barat.

Hal itu dilontarkan setelah negara-negara Barat menjatuhkan sanksi kepada Rusia menyusul operasi militernya di Ukraina.

Medvedev, menulis di media sosial, mengatakan sudah waktunya untuk "menggembok kedutaan-kedutaan".

Dia mengatakan Moskwa akan melanjutkan operasinya di Ukraina sampai mencapai tujuan yang ditentukan oleh Presiden Vladimir Putin.

Medvedev membuat komentar di halaman terverifikasinya di jejaring sosial Rusia VK. (*)

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved