Perang Rusia Ukraina
Perang Rusia vs Ukraina: Menteri Luar Negeri Turki Sebut Rusia dan Ukraina Akan Mencapai Perdamaian
Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu, Minggu (20/3/2022) mengatakan Rusia dan Ukraina semakn mendekati kesepakatan damai.
Kiev dan Moskow melaporkan beberapa kemajuan dalam pembicaraan pekan lalu menuju formula politik yang akan menjamin keamanan Ukraina.
Tetapi, tetap menjaganya di luar NATO, meskipun masing-masing pihak menuduh yang lain menyeret masalah.
Kalin mengatakan gencatan senjata permanen hanya bisa terjadi melalui pertemuan antara Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy.
Namun dia mengatakan Putin merasa posisi pada isu strategis Krimea dan Donbas tidak cukup dekat untuk sebuah pertemuan.
Rusia mencaplok semenanjung Krimea dari Ukraina pada tahun 2014.
Baca juga: Grup G Piala AFC Laga di Pulau Dewata Bali, Tridatu Bali United Berjuang Tembus Final Piala AFC
Sedangkan bagian dari kawasan industri timur Donbas direbut oleh pasukan separatis yang didukung Rusia tahun itu.
Anggota NATO Turki berbagi perbatasan maritim dengan Ukraina dan Rusia di Laut Hitam.
Turki memiliki hubungan baik dengan keduanya dan telah menawarkan menengahi di antara mereka.
Mereka telah menyuarakan dukungan untuk Ukraina, tetapi juga menentang sanksi Barat yang diterapkan pada Moskow atas invasi tersebut.
Sementara menjalin hubungan dekat dengan Rusia pada energi, pertahanan dan perdagangan dan sangat bergantung pada turis Rusia, Turki telah menjual drone ke Ukraina, membuat marah Moskow.
Turki juga menentang kebijakan Rusia di Suriah dan Libya, serta pencaplokan Krimea oleh Moskow.
Presiden Tayyip Erdogan telah berulang kali mengatakan Turki tidak akan meninggalkan hubungannya dengan Rusia.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/enteri-luar-negeri-turki-mevlut-cavusoglul-h.jpg)