Breaking News
Minggu, 12 April 2026

Perang Rusia Ukraina

Menlu Jepang Kunjungi Perbatasan Polandia-Ukraina, Bantu Pengungsi

Di Rzeszow, Hayashi bertemu dengan pejabat Kementerian Luar Negeri Jepang yang menawarkan bantuan kepada orang Jepang yang tinggal di Ukraina.

Editor: Agustinus Sape
FOREIGN MINISTRY / VIA KYODO
Menteri Luar Negeri Yoshimasa Hayashi (tengah) mengunjungi pos pemeriksaan perbatasan di Medyka di tenggara Polandia pada hari Minggu 3 April 2022. 

Menlu Jepang Kunjungi Perbatasan Polandia-Ukraina, Bantu Pengungsi

POS-KUPANG.COM, WARSAW – Menteri Luar Negeri Jepang Yoshimasa Hayashi pada hari Minggu 3 April 2022 mengamati sebuah pos pemeriksaan perbatasan di Medyka di Polandia tenggara, di mana para pengungsi Ukraina telah tiba ketika Jepang bersiap untuk meningkatkan bantuan kemanusiaan untuk negara Eropa Timur yang dikepung oleh agresi Rusia.

Setelah tiba di Polandia pada hari sebelumnya sebagai utusan khusus Perdana Menteri Fumio Kishida, Hayashi juga mengunjungi pusat penerimaan pengungsi sebelum pindah ke Rzeszow, di mana Jepang telah mendirikan kantor penghubung sementara.

"Saya memperbarui tekad saya untuk menawarkan bantuan maksimal kepada orang-orang yang tidak punya pilihan selain meninggalkan negara mereka dan mengungsi, sehingga mereka dapat kembali ke kehidupan mereka (sebelum perang) sesegera mungkin," kata Hayashi kepada wartawan.

Di Rzeszow, Hayashi bertemu dengan pejabat Kementerian Luar Negeri Jepang yang menawarkan bantuan kepada orang Jepang yang tinggal di Ukraina.

Dia juga melakukan pembicaraan dengan pejabat Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan dan organisasi internasional lainnya.

Pada hari Sabtu, ia mengadakan pembicaraan dengan timpalannya dari Ukraina Dmytro Kuleba, meyakinkannya tentang “tekad kuat” Tokyo untuk membantu Ukraina.

Selama pertemuan mereka di Warsawa, Hayashi mengatakan Jepang bersama rakyat Ukraina dan bersiap untuk memberikan lebih banyak bantuan kemanusiaan kepada warga sipil yang hidupnya telah dihancurkan oleh invasi Rusia, menurut Kementerian Luar Negeri.

Hayashi juga mengatakan masyarakat internasional harus bertindak “bersatu dan tegas” melawan Rusia, yang menginvasi Ukraina lebih dari sebulan lalu, kata kementerian Jepang.

Kuleba, yang diberi gambar oleh anak-anak Jepang yang mengharapkan perdamaian di Ukraina sebagai hadiah, mengatakan sebagai tanggapan bahwa negaranya menghargai dukungan dan sanksi Jepang terhadap Rusia, kata kementerian itu.

Hayashi berencana membawa pengungsi Ukraina ke Jepang dengan pesawat pemerintah saat ia menyelesaikan perjalanan lima harinya.

Setelah pertemuan dengan Kuleba, Hayashi mengunjungi tempat penampungan pengungsi Ukraina di Warsawa, di mana dia belajar dari mereka jenis bantuan apa yang mereka cari.

Hayashi mengatakan kepada wartawan bahwa pemerintah Jepang akan memberikan "dukungan maksimal sehingga mereka dapat kembali ke kehidupan aslinya sesegera mungkin" dan bahwa Tokyo siap untuk menerbangkan mereka yang ingin datang ke Jepang.

Jumlah pengungsi yang bepergian ke Jepang dengan Hayashi bisa sekitar 30, menurut sumber yang mengetahui masalah tersebut.

Jepang datang dengan rencana menggunakan pesawat pemerintah karena harga tiket pesawat telah meroket sejak invasi dimulai pada 24 Februari, sehingga sulit bagi Ukraina sekarang di Polandia untuk melarikan diri ke Jepang bahkan jika mereka mau, menurut sumber tersebut.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved