Berita Nasional
Jokowi Menikmati Langgam Permainan Politik Untuk Perpanjangan Masa Jabatan Presiden
Jokowi 3 periode disuarakan pedagang Pasar Penfui Kota Kupang serta petani di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS).
POS-KUPANG.COM – Saat mengunjungi wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 23-24 Maret 2022, sejumlah warga menyampaikan aspirasinya, di antaranya menginginkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali memimpin Indonesia untuk periode ketiga.
Jokowi 3 periode disuarakan pedagang Pasar Penfui Kota Kupang serta petani di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS).
Sepulang dari NTT, para kepala dan perangkat desa yang tergabung dalam Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) menyatakan mendukung Presiden Joko Widodo menjabat 3 periode.
Ketua Umum DPP Apdesi Surtawijaya mengaku, tidak ada yang mengarahkan para kepala desa untuk mendeklarasikan dukungan mereka. Dukungan itu, kata dia, murni aspirasi para kepala desa.
"Enggak ada. Mana ada kepala desa diarahin? Kita enggak mau ada yang urusan kayak gitu. Tapi pure kan, pure gini kepala desa jawara, intelektualnya banyak juga," tuturnya dalam acara Silaturahmi Nasional Apdesi 2022 yang digelar di Istora Senayan, Jakarta, Selasa 29 Maret 2022.
Mantan Bupati Lebak Mulyadi Jayabaya juga mengeklaim bahwa kiai dan ulama di daerahnya mendukung Presiden Jokowi menjabat 3 periode.
Baca juga: Jokowi 3 Periode Menggema di Forum Silatnas Kepala Desa, Begini Reaksi Berbeda Jokowi dan Luhut
Mulyadi menuturkan, salah satu alasan para kiai dan ulama mendukung Jokowi 3 periode adalah karena situasi ekonomi di Indonesia.
"Jadi pesan ulama, para kiai di sini sampaikan ke Jokowi, alangkah baiknya, kita enggak bicara politik, bicara ekonomi, minta ke Bapak Jokowi, minta diperpanjang tiga tahun saja untuk menyelesaikan ekonomi," ucap Mulyadi.
Wacana serupa sedianya tidak sekali ini saja mengemuka. Tahun 2019 dan 2021, isu perpanjangan masa jabatan presiden 3 periode juga sempat gaduh.
Presiden Jokowi pun telah berulang kali menyatakan sikapnya terkait ini. Namun, oleh banyak pihak, pernyataan terbaru Jokowi dinilai tak cukup tegas untuk mengakhiri polemik.
Sikap Jokowi
Dalam pernyataan terbarunya, Jokowi menyatakan sudah sering mendengar usulan mengenai perpanjangan masa jabatan presiden. Namun, ia memastikan bakal patuh pada konstitusi atau Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.
"Yang namanya keinginan masyarakat, yang namanya teriakan-teriakan seperti itu kan sudah sering saya dengar," kata Jokowi, Rabu 30 Maret 2022.
"Tetapi yang jelas, konstitusi kita sudah jelas. Kita harus taat, harus patuh terhadap konstitusi, ya," tuturnya.
Pada 2019 lalu, Jokowi merespons dengan keras wacana perpanjangan jabatan presiden. Ia menyebut bahwa isu perpanjangan masa jabatan presiden seakan menampar mukanya.
Baca juga: Pengamat Ungkap Skenario Potensi Jokowi 3 Periode, Hindari Pemilu Mengerikan, Wakilnya Prabowo