Berita Kota Kupang Hari Ini
Wujud Nyata Rekoleksi, OMK St. Gregorius Agung Oeleta Gelar Aksi Bersihkan Pesisir Pantai
Sesungguhnya bumi yang adalah kekasih adalah juga saudari sehingga kita melihat bumi sebagai rumah bersama
Penulis: Ray Rebon | Editor: Edi Hayong
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ray Rebon
POS-KUPANG.COM, KUPANG- Orang Muda Katolik (OMK) Santo Gregorius Agung Oeleta melaksanakan kegiatan pembersihan pesisir pantai. Kegiatan pembersihan pesisir pantai ini sebagai wujud nyata dari OMK setelah mengikuti kegiatan rekoleksi pada Sabtu 2 April 2022.
OMK St. Gregorius Agung Oeleta melaksanakan pembersihan pesisir pantai sepanjang Namosain hingga Nun Baun Sabu (NBS) Kota Kupang, Minggu 3 April 2022.
Selain kedua tempat ini, OMK St. Gregorian Tenau-Oeleta pun melaksanakan pembersihan pesisir pantai di Pantai Mumu Tula dan Pantai Lalendo, Kota Kupang. Kegiatan ini langsung dipimpin oleh Pastor Paroki, RD. Bob Muda, Pr dan Romo moderator OMK, RD. Jefri Nome, Pr.
"Hari ini kami bersama- sama dengan orang-orang muda Katolik melakukan aksi bersih di beberapa lokasi pantai", kata Romi Jefri.
Baca juga: Jelang Setahun Badai Seroja Terjang NTT, Begini Prakiraan Cuaca Oleh BMKG
Menurutnya aksi ini merupakan wujud nyata dari kegiatan rekoleksi dan ini merupakan sebuah panggilan iman terhadap kehidupan bersama guna memperhatikan lingkungan.
"Kami mengajak orang muda Katolik supaya selalu perhatikan lingkungan, bukan saja di lingkungan gereja melainkan dilingkungan sekitarnya", tambahnya.
Ia menambahkan rekoleksi pada Sabtu 2 April 2022 kemarin merupakan jawaban atas tema aksi puasa pembangunan atau APP dari keuskupan tentang "Memulihkan Kehidupan, Bumi Sehat, Manusia Sejahtera".
Romo Jefri Nome menyebut selama 4 minggu OMK Santo Gregorius Agung Oeleta sudah mengikuti katekese lalu dilanjutkan dengan rekoleksi serta pengakuan.
Baca juga: Anggota Baru Kemah Nusa Solor-kupang Resmi Dilantik
Ia berpesan agar OMK mencintai bumi sebagai kekasih pertama dan perlu dilestarikan sehingga dengan kekuasaan dan kemampuan yang ada bukan untuk membabat habis bumi.
"Sesungguhnya bumi yang adalah kekasih adalah juga saudari sehingga kita melihat bumi sebagai rumah bersama", lanjutnya.
Tugas OMK adalah mencintai lingkungan hidup dan mempraktikkan perhatian terhadap alam juga ekologi yang mana terhadap kaum marjinal. Orang muda, ungkap dia, harusnya mempunyai kepedulian untuk menyelamatkan ekologi baik alam dan manusia.
"Kita sesungguhnya tidak mengajarkan tetapi menyadarkan mereka punya potensi untuk peduli terhadap alam dan juga manusia", kata dia.
Baca juga: Wali Kota Kupang Minta Kaboax Bekerjasama dengan Pemerintah
Sejak tahun lalu OMK ini selalu bergiat termasuk kunjungan antara kelompok umat beragama.
"Pemuda-pemudi penting menyadari diri sebagai tulang punggung dan masa depan gereja", ungkapnya
"Kita berusaha semampu mungkin dan orang muda yang masuk dalam link daftar paroki di sini sejumlah 578 orang. Lainnya belum terdaftar", sebut dia.
Bukan soal jumlahnya, kata dia, melainkan kualitas dari orang muda dalam menjalankan iman secara baik juga dengan aplikasi terhadap kehidupan sehari-hari.(*)