Sabtu, 9 Mei 2026

Berita Kota Kupang Hari Ini

Gedung Dua Lantai Pasar Oesao Mubazir

dinas perindagkop dan UKM melainkan dengan Bapenda karena mengurus retribusi dan mengelola pasar.

Tayang:
Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/RYAN TAPEHEN
Gedung pasar rakyat Oesao yang kini tidak dimanfaatkan pedagang. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Tapehen

POS-KUPANG.COM, OELAMASI - Salah satu gedung baru di pasar rakyat Oesao yang berlantai dua mubazir karena tidak dimanfaatkan oleh pedagang di pasar Oesao

Para pedagang lebih memilih berjualan dengan mengelar karung atau membuat lapak sementara di pinggir jalan untuk berjualan ketimbang berada di dalam gedung.

Karena mubazir akhirnya pemerintah kabupaten Kupang angkat suara, Adriel S. Abineno Kadis perindustrian, Perdagangan Koperasi dan UKM menjelaskan sudah ada pernyataan baru pedagang untuk menempati gedung itu.

"Dulu kami bersama Pol PP melakukan penertiban pedagang yang yang berada atau berjualan di depan Jalan Timor Raya mereka sudah melakukan kesepakatan untuk menempati lapak atau kios yang ada di gedung tersebut," jelas Adriel, Jumat 1 April 2022.

Baca juga: Ketua Sinode Gmit Minta Semua Umat Jaga Situasi yang Kondusif di Bulan Ramadhan

Namun sekarang mereka malah kembali berjualan di bahu bahkan badan jalan di dalam pasar yang mengakubatkan arus lalu lintas menjadi tersendat.

Oleh karena itu dia meminta para pedagang untuk kembali berjuakan disana sehingga gedung tersebut tidak mubazir.

"Komunikasi dan kesepakatan sudah kami buat bersama namun ketika kami balik belakang mereka buat lagi, ini nanti kami akan tertibkan mereka lagi," tegasnya.

Dia menjelaskan gedung tersebut selesai dibangun pada tahun 2019 lalu dan sempat digunakan untuk lantai satu adalah lapak untuk pedagang sayur sementara lantai dua merupakan kios bagi pedagang sembako, penjahit dan lain lain.

Baca juga: BKD NTT Target RPJMN 2020-2024 Wujud Birokrasi Berkelas Dunia

Dia menjelaskan saat ini ini pasar tersebut berada dibawah pengawasan LPM Kelurahan oesao dan koordinasi nya bukan dengan dinas perindagkop dan UKM melainkan dengan Bapenda karena mengurus retribusi dan mengelola pasar.

"Kami hanya menghadirkan pasar, menata pasar, dan orang-orang pasar sementara yang berhubungan dengan retribusi dan pengelolaan pasar sudah berada pada tangan Bappenda," jelas Adriel.

Mandor pasar Joni Djo kepada POS-KUPANG.COM mengungkapkan gedung tersebut sudah selesai dibangun sejak tahun 2019 lalu dan sudah dilakukan penyerahan ke pemda akan tetapi hingga saat ini belum difungsikan secara baik.

"Ada beberapa kios di bagian atas yang sudah saya fungsikan dengan mengisi penjahit disana sedangkan di bagian bawahnya belum digunakan sama sekali," ujarnya.

Baca juga: Rusia Mundur Dari Chernobyl Ukraina Dengan Membawa Tentara Ukraina Sebagai Sandera

Sudah beberapa kali dia menyampaikan hal tersebut kepada pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Perdagangan namun belum ada jawaban pasti mengenai penggunaan gedung pasar tersebut.(*)

Berita Kota Kupang Hari Ini

 

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved