Ramadan 2022

Ceramah Ramadan Maksimal 15 Menit, Boleh Bukber Dilarang Ngobrol

Satgas Covid-19 tetap mengingatkan masyarakat agar tetap mematuhi protokol kesehatan, termasuk dengan tetap menjaga jarak.

Editor: Alfons Nedabang
BANJARMASINPOST.CO.ID
Niat puasa Ramadan dan dua versi doa bukan puasa Ramadan 

"Memang ceramah di bulan ramadan itu umumnya tidak lebih dari 10 sampai 15 menit dalam keadaan normal sekalipun," kata Adib.

Walaupun kini sudah ada pelonggaran protokol kesehatan, Adib berharap durasi kegiatan ramadan di dalam ruangan tidak terlalu lama. Dengan demikian masyarakat dapat lebih menjaga kesehatannya pada saat bulan ramadan.

Baca juga: Sidang Isbat Jatuh Pada 1 April 2022, Umat Islam Diharap Sabar Menunggu Keputusan Awal Ramadan 2022

"Untuk kegiatan kuliah ramadan ini sering dikenal kultum. Artinya memang durasi waktunya memang tidak terlalu lama," kata Adib.

Terkait berbagai aturan yang sudah ditetapkan itu, Pemerintah Daerah diminta terus mensosialisasikan aturan-aturan penyelenggaraan ibadah itu sesuai dengan Instruksi Menteri Dalam Negeri tentang PPKM dan Surat Edaran Kementerian Agama agar pandemi semakin terkendali.

"Masyarakat kan kalau ditanya levelnya apa mungkin mereka tidak begitu paham, nah ini tugasnya pemerintah daerah, bukan hanya menyampaikan levelnya, tapi apa yang harus dilakukan," tegas Wiku.

Wiku juga berharap setiap masjid membentuk satgas Covid-19 internal yang mengawasi penerapan protokol kesehatan pada setiap jamaah yang datang. "Misalnya ada yang tidak pakai masker dinasihati untuk pakai masker dan tidak bicara, dan jaraknya juga diatur kalau mereka melakukan tadarus, jadi hal seperti itu yang harus diingatkan oleh petugas," ucapnya.

Wiku pun meminta kepada masyarakat yang belum melakukan vaksinasi kedua maupun booster agar segera divaksinasi. Hal ini guna meningkatkan imunitas, terutama bagi yang melakukan mudik.

Baca juga: Selain Tarawih & Sholat Fardhu Berjamaah, Ada 5 Amalan Penting Selama Bulan Ramadan, Yuk Disimak!

"Supaya mudik kita aman, mohon segera melakukan vaksin booster bagi yang belum. Bagi yang belum vaksinasi kedua, segara vaksin. Supaya imunitasnya naik dan orang yang melakukan perjalanan aman, dan yang dikunjungi juga aman. Jadi, betul-betul kita mengamankan semua," tegasnya.

Pada bagian lain Wiku menjelaskan kasus positif dan kematian akibat Covid-19 terus mengalami penurunan dalam beberapa pekan terakhir. Berdasarkan data Satgas Covid-19, kasus positif rata-rata sudah berada di angka 3.000-an per hari.

Berbeda jika dibandingkan dengan puncak kasus pada 16 Februari yang menyentuh angka 64 ribu kasus. Maka dari itu, kata dia, sudah menjadi tanggung jawab semua pihak untuk menjaga agar angka tidak kembali meningkat yakni dengan disiplin prokes. (tribun network/ras/dod)

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved