Kebhinnekaan Mewarnai MTQ ke-29 Provinsi Maluku di Saumlaki Kabupaten Kepulauan Tanimbar

MTQ selama sepekan ini melibatkan kurang lebih 1.200 orang terdiri dari peserta 800 orang dan lainnya official dan para pelatih dari 11 Kabupaten/Kota

Editor: Agustinus Sape
FOTO STEFI RENGKUAN
Tarian menyemaraki pelaksanaan MTQ ke-29 Provinsi Maluku di Saumlaki, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, 18-24 Maret 2022. 

Kebhinnekaan Mewarnai MTQ ke-29 Provinsi Maluku di Saumlaki Kabupaten Kepulauan Tanimbar

POS-KUPANG.COM, SAUMLAKI - Pelaksanaan MTQ Tingkat Provinsi Maluku telah digelar pada 18 – 24 Maret 2022 di Kota Saumlaki, Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

MTQ selama sepekan ini melibatkan kurang lebih 1.200 orang terdiri dari peserta 800 orang dan lainnya official dan para pelatih dari 11 Kabupaten/Kota yang tersebar di wilayah Provinsi1000 pulau Maluku Tanah Raja-raja.

Event pelaksanaan MTQ Provinsi Maluku kali ini memiliki keunikan dan keistimewaan yang sedikit berbeda dari pelaksanaan MTQ di Provinsi Malukuselama ini. Apa yg unik dan istimewanya?

Menurut Stefi Rengkuan - Presidium Riset dan Pengabdian Masyarakat Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (ISKA), suatu event keagamaan yang hendak digelar di suatu wilayah atau daerah, mesti lebih dahulu diyakini bahwa event tersebut akan diterima dan disambut dengan penuh antusias yang tinggi berdasarkan jumlah pemeluk agama di daerah atau wilayah tersebut.

Presidium Riset dan Pengabdian Masyarakat Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (ISKA), Stefi Rengkuan
Presidium Riset dan Pengabdian Masyarakat Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (ISKA), Stefi Rengkuan (FOTO PRIBADI)

Namun pelaksanaan MTQ Provnsi Maluku di Kepulauan Tanimbar pada tahun ini sangat berbeda. Perbedaan inilah yang jadi nilai lebih dari event tersebut, kata Stefi Rengkuan.

Pertama, walau sudah 29 kali digelar, MTQ Tingkat Provinsi Maluku kali ini baru untuk pertama kali di gelar di wilayah Kabupaten Kepulauan Tanimbar yang mayoritas penduduknya beragama Nasrani: Katolik dan Protestan.

Kedua, dilihat dari Usia Daerah Otonom Kabupaten ini telah Mekar dari Kabupaten Maluku Tenggara 22 Tahun yang lalu, berdasarkan UU no. 46 Thn. 1999 bernama Kabupaten Maluku Tenggara Barat dan kemudian berubah Nomenklaturnya menjadi Kabupaten Kepulauan Tanimbar pada Tahun 2019. Event MTQ Provinsi Maluku baru pertama kalinya dihelat di Daerah bertajuk DUAN LOLAT ini.

Ketiga, jumlah penduduk beragama Muslim di Tanimbar berdasarkan data statistik kurang lebih 4% dengan mayoritas penduduk adalah pedàgang pendatang dari Sulawesi Selatan, Jawa dan Sumatera. Kondisi ini amat mustahil jika suatu event keagamaan mau digelar karena tentu saja tidak mungkin didukung oleh sumber daya yang memadai.

Keempat, penyelenggaraan kMTQ Provinsi Maluku tahun ini di Kepulauan Tanimbar didukung penuh oleh Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar di bawah pimpinan Bupati Petrus Fatlolon. Kemudian,  Pelaksana Kepanitiaan terdiri dari para pejabat Daerah dan semua unsur yang mayoritas adalah Umat Nasrani: Katolik dan Protestan.

Ketua Umum Panitia Pelaksana adalah Wakil Uskup Amboina Wilayah Tanimbar MBD dan  seluruh jajaran kepanitiaan adalah para pejabat dan pegawai Daerah. Para Pastor dan Pendeta pimpinan jemaat Nasrani: Katolik dan Kristen Protestan serta unsur umat beragama lainnya ikut terlibat aktif dalam kepanitiaan.

Kelima, pelaksanaan MTQ yang dihelat selama  sepekan itu  tentu membutuhkan sarana Akomodasi, Konsumsi dan fasilitas Pelaksanaan. Hampir semua hotel dan penginapan di Kota Saumlaki itu milik pengusaha Katolik dan Protestan.

Semua peserta dari Kabupaten/Kota ditempatkan di fasilitas-fasilitas Hotel, Penginapan dan Wisma tsb, bahkan Rumah Unio Keuskupan Amboina dan Biara Katolik Tarekat MSC serta Wisma Klasis Gereja Protestan juga ikut dijadikan tempat penginapan peserta MTQ.

Keenam, tidak itu saja. Para pelayan Konsumsi untuk event ini terdiri dari Ibu-ibu Wanita Katolik RI, Ibu-ibu Pelwat Protestan, Ibu-ibu PKK dan Ibu-ibu Persit.Tim penari dan Pelayan Tamu dipilih dàri para pegawai, siswa SMA/K.

Saat Pawai Taaruf, pengawal Pawai selain TNI Polri, juga hadir Personil Satpol  PP Pemda dan LC wilayah paroki. Para pemegang Bendera dan Papan Nama kontingen adalah siswa/i dan Group Drumband dari SMA Katolik Budi Mulia Saumlaki.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved