Berita Nasional

Harga Pertamax Bakal Naik Jadi Rp 16 Ribu Per Liter, Mulai Berlaku April 2022

Stok minyak mentah dari Rusia dan Kazakhstan terganggu akibat kerusakan pipa Caspian Pipeline Consortium, sehingga pasokan ke Uni Eropa berkurang.

Editor: Alfons Nedabang
KOMPAS.COM
Pertamax 

Menurut Pengamat Kebijakan Publik, Agus Pambagio, pemerintah tak perlu ikut campur dalam penentuan harga BBM nonsubsidi. Sehingga, kebijakan harga BBM berkadar oktan atau RON 92 sebaiknya ditentukan oleh badan usaha dalam hal ini Pertamina. 

Agus mengungkapkan, terkait penentuan harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax, pemerintah tidak perlu ikut campur dalam penentuan harga, terlebih itu barang nonsubsidi.

“Silakan saja, boleh naikkan (harga Pertamax),” jelas Agus dalam keterangannya kepada media, Jumat 25 Maret 2022. Saat ini Pertamax dijual Rp9.000 per liter, padahal keekonomiannya lebih dari Rp14.000. “Dijelaskan saja, pada harga Rp9.000, siapa yang mau nalangi itu (selisihnya),” katanya.

Baca juga: Daftar Harga BBM Terbaru Februari 2020 - Pertalite, Pertamax, Pertamax Turbo, Dexlite, Pertamina Dex

Agus mengatakan pemerintah terkesan takut terhadap opini yang berkembang di masyarakat dengan kenaikan harga Pertamax. 

Menurut dia, harga jual BBM Pertamax saat ini sudah tidak sehat karena selisih harga BBM nonsubsidi yang dijual Pertamina sangat jauh lebih rendah dari harga sebenarnya yang sesuai dengan harga keekonomian.

Untuk itu, kata dia, pemerintah harus bertanggungjawab dengan menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat tentang status BBM Pertamax yang tidak disubsidi. 

“Pemerintah kan takut buat menaikkan harga. Jelaskan saja ke publik bahwa Pertamax itu bukan barang subsidi,” katanya. (tribun network/ism/dod)

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved