Perang Rusia Ukraina
Perang Nuklir Bakal Meletus, Sekjen NATO: Rusia Tak Bisa Menang
Rusia menolak penempatan pasukan perdamaian di Ukraina. Rusia siap perang melawan NATO jika tetap bersikukuh mengirim pasukan perdamaian.
POS-KUPANG.COM – Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg memperingatkan terhadap perang Rusia di Ukraina yang mengarah ke konfrontasi nuklir antara Moskwa dan Barat.
"Rusia harus menghentikan retorika nuklir berbahaya yang tidak bertanggung jawab ini," tegas Jens dalam konferensi pers, dilansir Reuters.
"Tapi jangan ada keraguan tentang kesiapan kita untuk melindungi dan membela sekutu dari ancaman apa pun, kapan saja," tambahnya.
"Rusia harus memahami bahwa mereka tidak akan pernah bisa memenangkan perang nuklir," katanya.
Ini disampaikan Jens pada malam pertemuan puncak para pemimpin nasional aliansi militer Barat di Brussel.
"NATO bukan bagian dari konflik. Memberikan dukungan ke Ukraina tetapi bukan bagian dari konflik," ujar Jens.
Baca juga: Memanas, Rusia Tantang NATO Perang, Tolak Pasukan Perdamaian ke Ukraina
"NATO tidak akan mengirim pasukan ke Ukraina. Sangat penting untuk memberikan dukungan kepada Ukraina dan kami meningkatkannya."
"Tetapi pada saat yang sama juga sangat penting untuk mencegah konflik ini menjadi perang penuh antara NATO dan Rusia," tambahnya.
Rusia Tantang NATO
Rusia menolak penempatan pasukan perdamaian di Ukraina. Rusia siap perang melawan NATO jika tetap bersikukuh mengirim pasukan perdamaian.
Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov menyatakan pengiriman pasukan perdamaian ke Ukraina dapat menyebabkan konfrontasi langsung antara Rusia dan aliansi militer NATO.
Sebelumnya, Polandia pada pekan lalu menyatakan bahwa mereka akan secara resmi mengajukan proposal untuk misi penjaga perdamaian di Ukraina pada pertemuan puncak NATO berikutnya.
"Saya harap mereka mengerti apa yang mereka bicarakan," kata Lavrov kepada staf dan mahasiswa di Institut Hubungan Internasional Negara Moskwa, Rabu 23 Maret 2022.
"Ini akan menjadi bentrokan langsung antara angkatan bersenjata Rusia dan NATO yang semua orang tidak hanya berusaha menghindarinya, tetapi juga mengatakan bahwa pada prinsipnya tidak boleh terjadi," tambah dia, dikutip dari Reuters.
Baca juga: Amerika Serikat Mulai Manuver Pecat Rusia dari G20, Vladimir Putin Akan Kunjungi Indonesia
Moskwa menuduh Kyiv menghentikan pembicaraan damai dengan membuat usulan yang tidak dapat diterima oleh Rusia. Ukraina diketahui telah mengatakan bersedia untuk bernegosiasi, tetapi tidak akan menyerah atau menerima ultimatum Rusia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/pasukan-nato-disiagakan-di-polandia.jpg)