Berita Nasional
Bos KKB Papua Murka, Banyak Anak Buahnya Masuk DPO Polisi, Sebby Sambom Sampaikan Ultimatum Ini
Saat ini tak sedikit anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Hal inilah yang memantik amarah KKB
POS-KUPANG.COM - Saat ini tak sedikit anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).
Nama-nama tersebut jadi DPO lantaran terlibat dalam sejumlah aksi kriminal yang meresahkan masyarakat Papua.
Atas tindakan itulah TNI Polri langsung menjadikan anggota KKB sebagai orang yang patut dicari dan diproseshukumkan.
Apalagi, pemerintah telah menetapkan KKB sebagai organisasi teroris yang harus dibasmi dari bumi Indonesia.
Cap teroris itu dilabelkan pada kelompok separatis tersebut, karena melakukan tindakan yang melanggar hukum dan tak berperikemanusiaan
Tindakan tegas TNI Polri tersebut, justeru direspon bos kelompok separatis di Papua dengan sikap yang tak biasanya.
Ia meradang dan amarahnya memuncak setelah beberapa anak buahnya telah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).
Mereka ditetapkan sebagai DPO dalam kasus penyerangan di Posramil Kisor dan penembakan prajurit Yon Zipur di Kabupaten Maybrat, Papua Barat.
Saat ini beberapa nama telah ditangkap oleh TNI Polri. Sementara beberapa lainnya masih dalam pengejaran.
Menanggapi hal itu, Juru Bicara OPM, Sebby Sambom kecewa. Ia lantas memperingatkan kepada polisi agar tak sembarangan menetapkan DPO.
Baca juga: Komandan Pos Gome Bikin Panglima TNI Marah, Laporkan Serangan KKB Papua Tak Sesuai Fakta Lapangan
"Pimpinan TPNPB KODAP IV Sorong Raya, telah mengeluarkan peringatan kepada Polda agar jangan sembarang keluarkan nama DPO," ujar Sambom.
Peringatan KKB Papua tersebut, langsung direspon oleh Polda Papua Barat.
Polda Papua Barat menyatakan akan terus mengejar para pelaku. Para pelaku harus ditangkap agar mempertanggungjawabkan perbuatannya.
"Kami memang tetap konsisten untuk mengejar DPO Maybrat. Mereka harus ditangkap," tandas Kapolda Papua Barat, Irjen Pol Tornagogo Sihombing, Jumat 18 Maret 2022.
Seperti dilansir dari Tribun Papua dalam artikel 'Tak Beri Celah, Polri Terus Buru DPO Penyerangan TNI di Maybrat'.