Tsunami Ancam Flores

BREAKING NEWS - Kepala BMKG Sebut Gempa Bumi dan Tsunami Berpotensi Landa Flores NTT

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan, garis patahan membentang hingga ke Utara Pulau Flores.

Editor: Alfons Nedabang
POS-KUPANG.COM/IRFAN HOI
Pertemuan pihak BMKG dan stakeholder terkait dalam rangka mitigasi musim kemarau dan kebencanaan di NTT, Rabu 16 Maret 2022. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengkonfirmasi ada patahan terletak di sebelah Utara laut Flores. Hal tersebut berpotensi memicu gempa bumi dan tsunami melanda Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan, garis patahan membentang hingga ke Utara Pulau Flores.

"Patahan terletak di sebelah Utara laut Flores. Patahan itu selama ini aktif dan dirasakan oleh orang atau tidak dirasakan," kata Dwikorita di Kupang, Rabu 16 Maret 2022.

Menurut Dwikorita, terjadi peningkatan aktivitas kegempaan sejak tanggal 14 Desember 2021.

Saat terjadi gempa 14 Desember 2021, lanjut Dwikorita, BMKG mendeteksi adanya patahan baru yang akan berpotensi meningkatkan kegempaan.

"Patahan baru itu lepas dan memicu peningkatan kegempaan. Hasil kajian, yang telah terjadi pada 14 Desember 2021, energi patahan baru itu lepas ke arah barat laut yaitu ke arah Pulau Selayar sehingga gempa waktu itu lebih berdampak diwilayah tersebut," ujarnya.

Baca juga: Flores Timur dan Sekitarnya Diguncang Gempa Magnitudo 4.3

Energi yang tersisa, kata Dwikorita, akan lepas ke arah selatan tenggara atau ke arah NTT. Namun demikian, Dwikorita meminta agar tidak perlu dicemaskan tetapi harus disiapkan.

"Karena itu kami undang BPBD, dari Danrem, SAR. Potensi kegempaan ke arah NTT ini perlu disiapkan," katanya.

Dwikorita juga mengingatkan adanya potensi tsunami. Sumber gempa disebut berada di dasar laut apabila kekuatan gempa sangat besar. "Kalau dulu teorinya 7 MG (Magnitudo) lebih baru terjadi tsunami," sebutnya

Pada perkembangan fenomena alam yang terjadi, Dwikorita menyebut tsunami bisa berpotensi terjadi dan tidak terjadi patah naik namun menimbulkan longsor bawa laut seperti yang terjadi di Palu, Sulawesi Utara.

Baca juga: Gempa Bumi 4.9 Guncang Ruteng, Flores, Warga Reo Panik dan Mengungsi

Dia mengaku, tsunami di Palu harusnya tidak terjadi karena gempa akibat dari patahan geser. Untuk itu, Dwikorita berharap adanya kewaspadaan selain gempa, tsunami pun wajib diwaspadai.

Kabupaten Sikka dengan riwayat kegempaan, menjadi daerah yang diperingatan lebih detail oleh BMKG.

Dwikorita mengak, pihaknya telah menyampaikan informasi demikian ke Pemerintah daerah setempat.

Pada sejarah kegempaan di Sikka memang diawali dengan goyangan sebelum tsunami menghantam wilayah itu. Jalur evakuasi dan kesiapan masyarakat, harus terus dilatih dan diingatkan. 

Halaman
123
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved