Ramadan 2022
Niat Puasa Nisfu Syaban Jelang Ramadan 2022, Ceramah Ustadz Abdul Somad Soal Tak Sempat Sahur
Puasa Nisfu Syaban dikerjakan saat Nisfu Syaban jelang Puasa Ramadan 2022. Berikut tatacara Puasa Nisfu Syaban
POS-KUPANG.COM - Bagaimana hukumnya orang yang terlupa niat Puasa Nisfu Syaban karena tak sempat bersahur atau ketiduran.
Apakah puasanya masih bisa dilanjutkan keesokan harinya?
Ustadz Abdul Somad memberikan penjelasan dan memperbolehkan Puasa Nisfu Syaban dilanjutkan.
Namun syaratnya memang belum melakukan apa yang membatalkan puasa.
Simak penjelasannya dari Ustadz Abdul Somad (UAS), berikut ini.
Terlupa membaca niat puasa Senin Kamis atau puasa sunnah lain bisa saja terjadi lantaran tak sempat bersahur.
Baca juga: Jatuh pada Tanggal 18 Maret 2022, Ini Keistimewaan Malam Nisfu Syaban, Murah Rezeki, Diampuni Dosa
Bagi yang mengalami hal seperti itu, tak usah khawatir untuk tetap melaksanakan puasa sunnah.
Menurut Madzhab Syafi'i boleh atau sah hukumnya membaca niat puasa senin kamis atau puasa sunnah lainnya setelah waktu subuh.
Selama tidak melakukan hal-hal yang membatalkan puasa, sejak waktu subuh.
Seperti makan, minum, merokok, berhubungan suami istri, muntah dengan sengaja, haid/nifas, memasukkan benda ke dalam tubuh secara sengaja, mengeluarkan air mani secara sengaja dan murtad atau keluar dari Islam.
Dilansir dari Surya.co.id dengan judul Hukum Lupa Membaca Niat Puasa Senin Kamis, Boleh Dilakukan Setelah Subuh
Hal ini dijelaskan Ustadz Abdul Somad dalam ceramahnya yang diunggah di YouTube berjudul "Hukum Puasa Lupa Niat - Ustadz Abdul Somad".
Boleh membaca niat puasa sunnah setelah waktu Shubuh didasarkan pada hadist nabi, atau dalil berikut:
Baca juga: Nisfu Syaban Jatuh Tanggal Berapa? Tata Cara Baca Doa Nisfu Syaban Sebelum Puasa Ramadan 2022
Hadits riwayat Muslim dari ummul mukminin Sayyidah Aisyah RA.
“Dari Aisyah, ummul mukminin RA, ia bercerita, ‘Suatu hari Nabi Muhammad SAW menemuiku. Ia berkata, ‘Apakah kamu memiliki sesuatu (yang dapat kumakan)?’ Kami jawab, ‘Tidak.’ ‘Kalau begitu aku puasa saja,’ kata Nabi.