Berita Manggarai Barat Hari Ini
Warga Terpapar Covid-19 di Manggarai Barat Bertambah 115 Orang
sebanyak 5.626 pasien positif Covid-19 dinyatakan sembuh dan 94 pasien lainnya meninggal dunia
Penulis: Gecio Viana | Editor: Edi Hayong
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gecio Viana
POS-KUPANG.COM, LABUAN BAJO - Angka kasus positif Covid-19 di Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) bertambah. Berdasarkan data dari Satgas Penanganan Covid-19 tingkat Kabupaten Mabar pada Sabtu 5 Maret 2022, terkonfirmasi 115 warga di daerah itu terpapar Covid-19 dari 742 orang yang diperiksa.
Dengan bertambahnya kasus positif Covid-19 tersebut, total pasien positif Covid-19 di Kabupaten Mabar mencapai sebanyak 1.265 pasien. Masih berdasarkan data yang sama, para pasien positif Covid-19 tersebut tengah menjalani isolasi.
Sebanyak 1.237 pasien menjalani isolasi mandiri, 18 pasien menjalani isolasi di RSUD Komodo Labuan Bajo dan 10 pasien jalani isolasi di Karantina Pemda Mabar di GOR Labuan Bajo. Total pasien positif Covid-19 sejak pandemi Covid-19 di Kabupaten Mabar sebanyak 6.885 pasien.
Baca juga: Begini Nasib 10 Wisatawan Pasca Kemudi Kapal Pinisi Patah di Perairan Sebayur Labuan Bajo
Dari ribuan kasus positif itu, sebanyak 5.626 pasien positif Covid-19 dinyatakan sembuh dan 94 pasien lainnya meninggal dunia.
Diberitakan sebelumnya, angka kasus positif Covid-19 di Kabupaten Manggarai Barat dalam pekan ini menunjukkan kenaikan, Selasa 8 Februari 2022. Hingga Senin 7 Februari 2022, terdapat 66 kasus positif Covid-19.
Satuan Tugas (satgas) penanganan Covid-19 tingkat Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) melakukan pembatasan jam malam hingga beberapa kegiatan, guna menekan laju penyebaran Covid-19.
Baca juga: Pemkab Manggarai Barat Dorong Pariwisata Berbasis Komunitas dan Wisata Religi di Wae Sano
"Tim satgas Covid-19 Manggarai Barat tadi lakukan rapat yang dipimpin wakil bupati, membicarakan trend Covid-19 yang meningkat. Ini perlu disikapi, dan menindaklanjuti arahan bapak presiden bahwa berkaca dari kasus Jawa-Bali di mana kasus Omicron tinggi," kata Wakil Bupati Mabar, dr Yulianus Weng saat ditemui di ruang kerjanya belum lama ini.
Walaupun varian baru Covid-19, Omicron tidak terkonfirmasi di Mabar, namun angka kasus positif Covid-19 di didominasi oleh para pendatang yang berkunjung ke Labuan Bajo. Para pasien positif Covid-19, yang sebagian besar adalah wisatawan diketahui terpapar saat hendak kembali ke daerahnya melalui rapid test antigen.
"Hasil pemeriksaan sampel yang telah dikirim ke pemerintah pusat belum ada, akan tetapi melihat tren kasus yang ada dan kasus positif yang didapat itu 97 persen merupakan orang luar yang datang ke sini," jelasnya.
Baca juga: Polisi Sidik Dugaan Korupsi Dermaga Boardwalk Manggarai Barat
Sehingga, lanjut Yulianus, tim satgas penanganan Covid-19 telah melakukan berbagai kesepakatan yakni dengan memberlakukan jam malam hingga pukul 21.00 Wita.
Selanjutnya, pembatasan aktivitas bagi para pelajar dan mahasiswa di Labuan Bajo.
"Pembatasan kegiatan di sekolah, mengacu pada intruksi menteri, di mana diperkenankan hanya 50 persen. Untuk aktivitas perayaan gereja, mengacu pada instruksi menteri agama, di mana hanya 75 persen kemudian khotbah paling lama 15 menit, tidak diperkenankan kolekte berjalan," ujarnya.
Baca juga: Pengembangan Pariwisata Hutan Bowosie, Labuan Bajo-Manggarai Barat Akan Serap 10 Ribu Tenaga Kerja
Lebih lanjut, pembatasan aktivitas pesta. Pesta diperkenankan hingga pukul 18.00 Wita.
"Ada satu pesta yang sudah diizinkan sebelum instruksi bupati ini, tapi batas hingga jam 9 malam," jelasnya.