Berita Manggarai Barat Hari Ini
Tanggapi Tuntutan Warga Penolak Geothermal, Bupati Edi Endi: Lihat Dampak Positifnya
pernyataan sikpat kami merupakan pernyataan sikap terakhir dan sikap kami yang terakhir, apapun yang terjadi, nyawa menjadi taruhan
Penulis: Gecio Viana | Editor: Rosalina Woso
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gecio Viana
POS-KUPANG.COM, LABUAN BAJO - Bupati Manggarai Barat (Mabar), Edistasius Endi menerima puluhan warga yang menolak pengembangan geothermal di Desa Wae Sano, Kecamatan Sano Nggoang di Aula Kantor Bupati, Jumat 4 Maret 2022.
Turut mendampingi bupati yang akrab disapa Edi Endi yakni Wakil Bupati Mabar, dr Yulianus Weng, Sekda Mabar, Fransiskus S. Sodo, Asisten III Setda Mabar, Ismail Surdi dan Asisten I Setda Mabar, Hilarius Madin.
Dalam tanggapannya, Bupati Edi Endi menitikberatkan dampak positif dari proyek geothermal di Desa Wae Sano.
Baca juga: Polisi Sidik Dugaan Korupsi Dermaga Boardwalk Manggarai Barat
"Prinsip pemerintah, tentu akan kita lihat apakah pembangunan geothermal ini porsi dampak negatifnya apakah sangat dominan, atau dampak positif yang lebih dominan. Kalau dampak positifnya lebih dominan, tentu kami tidak punya argumentasi untuk tidak selaras, tidak sinergi dengan pemerintah pusat," katanya.
Sikap pemerintah, kata Bupati Edi Endi, berdasarkan proses pengembangan geothermal sejak dulu, di mana telah melalui proses persetujuan dari tingkat desa, kecamatan hingga tingkat kabupaten.
Selain itu, pada tahun 2017 lalu, beberapa utusan warga Desa Wae Sano telah melakukan studi banding di Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTPB) Kamojang dan Kamojang.
Baca juga: Simak Data Terbaru dan Hasil Pemeriksaan Kesehatan Kapolres dan Personel Polres Manggarai Barat
Selanjutnya, perwakilan Pemda Mabar juga melakukan studi banding ke Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Patuha, Jawa Barat pada September 2021.
Dalam dokumen dan laporan yang ia dapatkan, proyek geothermal dinilai tidak merusak ruang hidup masyarakat, dan sektor pertanian dan pariwisata berkembang di area proyek tersebut.
"Pemda juga melakukan studi banding di salah satu titik di Patuha, di sekeliling itu pertanian luar biasa, orang pelihara sapi, sayur-sayuran, luar biasa kehidupan sektor pertanian di Patuha itu, begitu juga di Kamojang. Artinya yang kita lihat termasuk di sejumlah dokumen yang kita telaah dan cermati, bahwa geothermal tidak mengganggu sektor pertanian. Tapi jika ditemukan ada fakta tidak seperti itu, inilah forum yang tepat untuk saya persilakan bapak ibu untuk menyampaikan," jelas Bupati Edi Endi.
Baca juga: Covid-19 di Manggarai Barat Tambah 60 Pasien Baru
Bupati Edi Endi tidak menampik adanya dampak negatif dari sebuah pembangunan, termasuk proyek geothermal.
Sehingga, ia juga meminta kerja kolektif untuk meminimalisir dampak negatif dari pengembangan geothermal.
"Tugasnya bagaimana meminimalisir dampak negatif. Saya pastikan sebuah pembangunan, apalagi sekelas pembangunan geothermal pasti ada dampak negatif, tapi jangan lupa pasti ada dampak positif. Tugasnya bagaimana meminimalisir dampak negatif, kalau sejumlah kajian, fakta dari tempat tempat pembangunan geothermal bahwa dampak negatif jauh lebih dominan, tentunya pemerintah berada di barisan paling depan untuk bersama-sama katakan jangan lakukan pembangunan. Itu karena dampak negatif lebih dominan," ungkapnya.
Lebih lanjut, Pemda Mabar juga akan mendorong pariwisata berbasis komunitas dan wisata religi di Desa Wae Sano.
Baca juga: 2 Titik Jalan di Manggarai Barat Tertutup Longsor
Hal tersebut ditegaskan Bupati Mabar, Edistasius Endi saat menanggapi tuntutan keempat puluhan masyarakat yang menolak pengembangan geothermal di Desa Wae Sano.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/bupati-edi-endi-kedua-dari-kanan-menerima-pernyataan-sikap.jpg)