Liga Champions

Andrea Agnelli: Sepak Bola Eropa Perlu Direformasi

Presiden Juventus, Andrea Agnelli, mengatakan, UEFA perlu sebuah gebrakan baru. Bukan hanya perihal kompetisinya tetapi juga organisasinya

Editor: Kanis Jehola
Kompas.com/AFP-MIGUEL MEDINA
Presiden Juventus, Andrea Agnelli 

POS-KUPANG.COM – Presiden Juventus, Andrea Agnelli, mengatakan, UEFA perlu sebuah gebrakan baru. Bukan hanya perihal kompetisinya tetapi juga organisasinya.

"Sepak bola Eropa perlu direformasi. Kompromi sudah bukan lagi sebuah opsi, kita perlu reformasi mendalam," lanjut Agnelli.

"Apakah sebuah operator yang memonopoli semua hal cocok untuk memimpin bisnis seperti sepak bola? Saya pikir tidak."

"Mereka adalah regulator, pemegang monopoli, sekaligus penjaga gerbang," ujar Agnelli sembari terus menyerang UEFA.

Andrea  juga mengatakan, proyek Liga Super Eropa belum berakhir . Ia juga menekankan komitmennya untuk mengubah lanskap sepakbola antarklub Eropa.

Baca juga: Berhasil Kembali ke Italia, Roberto De Zerbi Puji Komitmen Presiden UEFA Aleksander Ceferin

Andrea Agnelli mengutarakan hal tersebut di pertemuan tinggi Business of Football yang diadakan oleh media keuangan terkemuka, Financial TImes, di London pada Kamis (3/3/2022).

Menurut Agnelli, proyek Liga Super Eropa yang sempat membuat heboh pada 2021 belum mati.

"Proyek ini belum gagal," ujar Agnelli ketika ditanya alasan Liga Super Eropa gagal.

"Super League adalah usaha kolektif dari 12 tim, bukan satu orang."

"Sebanyak 12 klub telah menandatangani kontrak 120 halaman dan itu masih mengontrak ke-11 klub."

Sebelumnya, Presiden LaLiga Javier Tebas telah melancarkan serangan ke tiga klub yang menjadi motor gerakan Super League: Barcelona, Real Madrid, dan Juventus.

Baca juga: Real Madrid, Barcelona dan Juventus Bersumpah Akan Terus Kembangkan Proyek Liga Super Eropa

Tebas bahkan mengatakan Agnelli dan para pimpinan klub-klub tersebut lebih banyak berbohong ketimbang Presiden Rusia Vladimir Putin.

"Mereka membuat UEFA dan Premier League menjadi musuh karena pertumbuhan kompetisi-kompetisi tersebut melawan model mereka," ujar Tebas seperti dikutip dari Football Espana.  "Kami tahu ini. Kami punya informasinya."

"Mereka boleh bilang apa saja tetapi mereka tetap menyusun ini. Saya pikir mereka berbohong lebih banyak dari Putin, jujur saja."

Proyek Super League pertama diumumkan pada April 2021 ketika 12 klub mengumumkan niat untuk memisahkan diri dari struktur tradisional sepak bola Eropa dan membuat kompetisi tertutup sendiri.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved