Jumat, 8 Mei 2026

Berita Malaka Hari Ini

Keong Mas Ancam Tanaman Padi Milik Petani di Malaka

kalau air sawah dikeringkan kelamaan,lahan padi akan ditumbuhi rumput dan ini jelas akan sangat menganggu proses pertumbuhan padi

Tayang:
Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/NOFRY LAKA
Hama Jenis Keong Mas Menyerang Padi Milik Petani di Malaka, Kamis 3 Maret 

Laporan Reporter Reporter POS-KUPANG.COM, Nofry Laka

POS-KUPANG.COM, BETUN - Pekan ini keong mas mengancam tanaman padi milik warga Desa Suai, Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur, Kamis 3 Maret 2022.

Petani disibukkan dengan keberadaan keong di pesawahan. Hampir setiap hari mereka mengumpulkan hewan bercangkang itu agar tidak merusak tanaman padi milik mereka yang baru ditanami.

Salah satu pemilik sawah, Aldino menjelaskan, keong yang menjangkiti sawahnya adalah jenis keong mas. Keong tersebut merusak tanaman padi yang masih berumur satu sampai dua minggu.

Baca juga: Pasien Sembuh dari Covid-19 Meningkat di Malaka

“Kalau kita biarkan, satu tanaman padi bisa habis dimakan keong,” terangnya ketika ditemui Pos Kupang.

Dikatakan, biasanya saya mengumpulkan keong di atas pematang. Sehingga, keong-keong tersebut mati terpanggang oleh teriknya matahari.

Aldino menyatakan, biasanya keong tersebut menyerang padi yang masih tergenangi air.

Hewan ini menempel pada batang padi. Lalu memakan daun sehingga batang menjadi rusak. Untuk menghilangkan hama tersebut, petani menguras air sawah agar keong-keongnya mati.

Baca juga: Capaian Vaksinasi Covid-19 Dosis Pertama 76,59 Persen di Malaka

“Biasanya saya mengeringkan sawah selama satu sampai tiga hari,” jelasnya.

Namun, kalau air sawah dikeringkan kelamaan lahan padi akan ditumbuhi rumput dan ini jelas akan sangat menganggu proses pertumbuhan padi tersebut.

Supaya tidak sampai ditumbuhi rumput selain pilih keoang mas di dalam sawah ia juga menggunakan obat bentan atau besnoid untuk membasmi dengan cara menyemprotkan pada lahan padi sehingga keong mas ini mati.

"Untuk itu kita berharap hama ini cepat menghilang. Dan kita berharap pula pada pemerintah agar membantu obat-obatan untuk membasahi hama tersebut," tutupnya. (*)

Berita Malaka Hari Ini

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved