Tips Sehat
Waspada Penyakit Malaria Menghantui, Kenali Gejala, Spesies Parasit hingga Cara Mencegahnya
Dalam 48 hingga 72 jam, parasit di dalam sel darah merah berkembang biak dan membuat sel yang terinfeksi pecah.
POS-KUPANG.COM - Penyakit malaria merupakan penyakit yang mengancam jiwa. Ini disebabkan oleh parasit Plasmodium yang ditularkan ke manusia melalui gigitan nyamuk Anopheles betina yang terinfeksi.
Dilansir dari Healthline, Jumat (11/2/2022), nyamuk yang terinfeksi membawa parasit Plasmodium, dan saat nyamuk menggigit seseorang, parasit dilepaskan ke dalam aliran darah.
Saat parasit berada di dalam tubuh, akan menuju ke hati dan menjadi dewasa. Setelah beberapa hari, parasit dewasa memasuki aliran ddarah dan mulai menginfeksi sel darah merah.
Baca juga: Penyebab Mulut Kering Hingga Berbagai Komplikasi, Gejala Penyakit Xerostomia
Dalam 48 hingga 72 jam, parasit di dalam sel darah merah berkembang biak dan membuat sel yang terinfeksi pecah.
Parasit terus menginfeksi sel darah merah, mengakibatkan gejala yang terjadi dalam siklus yang berlangsung dua sampai tiga hari pada suatu waktu.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), malaria dapat dicegah dan disembuhkan.
Baca juga: Tanda-tanda dan Gejala Penyakit Gagal Jantung Kongestif, Lebih Berbahaya Jika Ada Riwayat Diabetes
Spesies parasit penyakit malaria
Pada tahun 2020, diperkirakan terdapat 241 juta kasus malaria di seluruh dunia. Di tahun yang sama, jumlah kematian akibat penyakit ini diperkirakan mencapai 627.000 kasus.
WHO menjabarkan, terdapat lima spesies parasit yang menyebabkan malaria ada manusia, dengan dua jenisnya menjadi ancaman besar, yaitu P. falciparum dan P. vivax.
Baca juga: Bisa Stroke dan Gagal Jantung, Kenali Bahaya dan Gejala Penyakit Diabetes Serta Cara Mengobatinya
P. falciparum merupakan parasit malaria paling mematikan dan paling umum di benua Afrika. Sedangkan P.vivax menjadi parasit malaria yang dominan di sebagian beasr negara di luar sub-Sahara Afrika.
Parasit malaria P. falciparum menyebabkan bentuk penyakit yang lebih parah dan orang yang terjangkit memiliki risiko kematian yang lebih tinggi.
Bahkan, seorang ibu yang terinfeksi dapat menularkan penyakitnya kepada bayinya saat lahir, yang dikenal sebagai malaria kongenital.
Baca juga: Kenali 8 Penyebab Memar Tanpa Sebab yang Jelas, Bisa Jadi Gejala Penyakit Ini: Autoimun hingga Liver
Penyakit malaria ditularkan melalui darah, sehingga dapat juga ditularkan melalui transplantasi organ, transfusi, dan penggunaan jarum atau alat suntik secara bersama.
Gejala penyakit malaria
Secara klinis, gejala awal dari penyakit malaria adalah demam, sakit kepala, dan kedinginan.
Baca juga: Ruam Demam Anemia Gejala Penyakit Infeksi Cacing Tambang, Tanda Lainnya?
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/nyamuk-anopheles-malaria.jpg)