Demo Mahasiswa Undana Kupang

Mahasiswa FISIP Undana Mengaku Tidak Betah Belajar, Beberkan Kendala yang Dihadapi

Harapan mahasiswa FISIP Undana dari tahun ke tahun hanya supaya ada bangunan layak untuk belajar saja.

Editor: Edi Hayong
POS-KUPANG.COM/ADRIANUS DINI
Aksi demonstrasi mahasiswa FISIP Undana di depan Gedung Rektorat Undana, Kupang, Kamis 17 Februari 2022. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Adrianus Dini  

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Beberapa mahasiswa FISIP Undana Kupang Prodi Ilmu Politik mengungkapkan perihal permasalahan yang dihadapi di fakultas tersebut. Fasilitas yang disiapkan sudah dimakan usia dan telah rusak sehingga mereka tidak betah belajar.

"Saya secara pribadi merasa sangat tidak nyaman belajar di Perpustakaan. Plafon sudah rusak,  AC tidak ada. Di siang hari panas sekali. Sulit belajar dengan situasi seperti ini," ungkap Ifra, Mahasiswi Prodi Ilmu Politik kepada POS-KUPANG.COM, Kamis 17 Februari 2022.

Diakui Ifra, sudah tiga tahun berada di fakultas ini tetapi tidak nampak perubahan samasekali. Belum lagi dampak dari bencana seroja April 2021 yang merusakkan beberapa bangunan dan dibiarkan terbengkalai.

Baca juga: BREAKING NEWS: Mahasiswa Fisip Demo Rektor Undana, Tuntut Fasilitas Kuliah Diperbaiki

Sementara itu, mahasiswi lain, Astri mengatakan, keadaan ini sudah dialami sejak tahun 2008 awal prodi ilmu Politik dan komunikasi ada di Undana Kupang.

"Harapan mahasiswa FISIP dari tahun ke tahun hanya supaya ada bangunan layak untuk belajar saja. Karena jujur saja kami sulit berkonsentrasi belajar di ruangan yang sekarang (perpustakaan)," imbuhnya.

Baca juga: Protes Mahasiswa Fisip Undana Kupang: Kami Bukan Anak SD 

Hal yang sama diakui Devi, menegaskan kembali pendapat kedua rekannya terutama keberadaan ruang perpustakaan.

"Saya sekarang semester enam. Kami semua berjumlah seratus lebih. Lalu kami menggunakan empat ruangan untuk prodi Ilmu Politik bagi semua mahasiswa, mulai dari semester 2 hingga semester paling atas secara bergantian. Menyedihkan sekali," ucap Devi sambil geleng kepala.

Baca juga: Hari Ini Aksi FISIP Menggugat, Rektor Undana: Tidak Didompleng Kepentingan Lain

"Kalau ada ujian skripsi atau Seminar proposal, berarti kami tidak bisa melakukan perkuliahan sebab mereka lebih diprioritaskan," tambah Devi.

Dirinya menandaskan bahwa aksi demonstrasi yang dilakukan ini hanya untuk meminta keadilan dari pihak Rektorat.

"Masa kami mau begitu terus. Kami butuh ruangan supaya kami rasa nyaman saat belajar. Kupang ini panas. Kami tidak bisa  berkonsentrasi saat belajar karena sibuk kipas-kipas," terangnya. (cr12)

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved