Valentine Day 2022

Lagu 'Bahasa Cinta' Warnai Valentine Day, SMAK Thomas Morus dan Anak Panti Asuhan di Ende

Lagu 'Bahasa Cinta' Warnai Valentine Day, SMAK Thomas Morus dan Anak Panti Asuhan di Kabupaten Ende

Penulis: Laus Markus Goti | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/LAUS MARKUS GOTI
VALENTINE DAY - Perayaan Valentine Day SMAK Thomas Morus dengan anak - anak Panti Asuhan Naungan Kasih di Kota Ende, Senin 14 Februari 2022. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oris Goti

POS-KUPANG.COM, ENDE - Semarak Valentine Day atau hari kasih sayang cukup terasa di Kota Ende, Kabupaten Ende, Senin 14 Februari 2022.

Ketika di beberapa tempat orang sibuk mendirikan kemah dan musik pesta serta berbelanja, para siswa - siswi Sekolah Menengah Atas Katolik (SMAK) Thomas Morus memilih menyambangi anak - anak panti asuhan.

Dua panti asuhan yang didatangi, antara lain panti asuhan Naungan Kasih yang dikelola para suster CIJ dan panti asuhan Alma yang dikelola oleh para bruder Alma.

Para siswa - siswi SMAK Thomas Morus yang dikomandoi oleh Yohanes Devita Son Duri, S.Ag, selaku kepala sekolah, datang membawa beragam bingkisan untuk anak - anak panti.

Baca juga: Valentine Day Ala SMPK Frateran Ndao Ende

Mereka berbaur dengan anak - anak, bercerita dan bernyanyi.

Pantauan POS-KUPANG.COM, di panti asuhan Naungan Kasih, perjumpaan siswa-siswi Thomas Morus dan anak - anak diwarnai dengan lagu 'Bahasa Cinta'.

Lagu ini sekaligus menutup rangkaian acara sederhana valentine day. Kepala sekolah dan Suster Yohana, CIJ, berharap mereka bisa kembali berjumpa di kesempatan yang berbeda.

Kepala SMAK Thomas Morus Ende, kepada POS-KUPANG.COM, mengaku sangat senang dengan inisiatif siswa - siswinya berkunjung ke panti asuhan.

Menurutnya, para siswa - siswi bisa memaknai valentine day secara lebih luas. Tidak hanya itu, momen berharga tersebut sekaligus mengasah kepekaan da kepedulian siswa - siswi.

Baca juga: Fakta-fakta Perayaan Valentine Day, Dimulai Sejak Abad ke 19 Hingga Punya Beragam Kartu Ucapan Unik

Dia menegaskan, pembinaan karakter di lingkungan pendidikan memang sangat penting.

SMAK Thomas Morus sendiri ingin melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual tetapi juga, secara emosional, sosial dan rohani.

Menurutnya, generasi muda sekarang sangat rentan terhadap prilaku - prilaku negatif. Oleh karena itu, perlu lebih diperbanyak wadah dan kesempatan positif, agar generasi muda tidak terjerumus dalam prilaku negatif.

Selain itu, di tengah berkembangnya gaya hidup individuslisme, maka generasi muda perlu didorong untuk berempati dan solider terhadap sesama, terutama orang - orang yang berkekurangan.  (*)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved