Breaking News

Berita Kupang Hari Ini

Selama Ini Kupang Barat jadi Hinterland Kota Kupang

Hampir semua desa di Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang menjadi daerah "hinterland" atau wilayah yang memasok berbagai kebutuh

Penulis: Paul Burin | Editor: Ferry Ndoen
POS-KUPANG.COM/PAUL BURIN
Camat Yusak (kedua dari kiri) didampingi mantan Penjabat Desa Lifuleu dan Oematnunu serta Tanto Bisilisin, Supervisor Marketing Harian Pagi Pos Kupang di Batakte, Kamis, 10 Februari 2022. 

POS-KUPANG.COM, KUPANG -  Hampir semua desa di Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang menjadi daerah "hinterland" atau wilayah yang memasok berbagai kebutuhan masyarakat Kota Kupang. 

Camat Kupang Barat,  Yusak A. Ulin,  S.Sos mengatakan hal ini ketika ditemui di Batakte, ibukota kecamatan itu, Kamis, 10 Februari 2022 siang. Yusak mengatakan hal itu menjawab POS-KUPANG.COM   tentang potensi sumber daya alam di  kecamatan itu yang relatif subur. 

Menurut Yusak,  sejumlah komoditi andalan, yakni sayur-mayur, buah-buahan dan ternak menjadi primadona pasokan ke  pasar-pasar di Kota Kupang. Ia menyebut, sayur-sayuran banyak dibudidayakan  oleh warga Desa Oematnunu, Sumlili, Lifuleo dan Tesabela. Di desa-desa ini kata dia,  warga juga memproduksi lombok, bawang, ikan air tawar, buah semangka, buah pepaya dan buah melon. 

Camat Yusak menilai,   warga sangat mandiri meski  para penyuluh pertanian juga sering melakukan pendampingan. "Masyarakat sudah tahu  mekanisme pasar di Kota Kupang. Karena itu mereka bekerja dengan sungguh-sungguh," kata Yusak yang didampingi oleh Mantan Penjabat Desa Lifuleo, Lukas Sanga dan Mantan Penjabat Desa  Oematnunu, Agus Tabun. 

Baca juga: Pengurus KONI Nusa Tenggara Timur Resmi Dilantik, Josef Nae Soi Jadi Ketua

Camat Yusak mengatakan, daerah Kupang Barat  juga punya obyek wisata yang banyak seperti  Pantai Tablolong dan sekitarnya. Juga obyek wisata Air Terjun Oenesu yang letaknya hanya sejengkal dari Batakte. Ia menyebut semua obyek wisata ini dikelola oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Kupang. 

Bagi  Camat Yusak, obyek-obyek wisata itu telah banyak memberi kontribusi bagi pertumbuhan ekonomi warga. Misalnya,  pada hari libur, banyak warga menjajakan berbagai kebutuhan pokok di beberapa destinasi itu. 

Ia mengharapkan agar warga dapat melihat peluang-peluang pasar. "Saya bangga dengan warga saya di sini. Tapi, saya juga selalu ingatkan untuk belajar lebih banyak lagi tentang  jiwa wirausaha atau entrepreneurship," katanya. 

Mantan Penjabat Desa  Lifuleo, Lukas Sanga mengatakan di desa itu punya Bumdes yang tumbuh dengan baik.  Di sana kata dia,  Kementerian Perikanan dan Kelautan membangun sebuah gedung informasi ekowisata. Banyak wisatawan kata Lukas yang mendatangi Bumdes itu.  

Sedangkan Mantan Penjabat Desa Oematnunu, Agus Tabun mengatakan masyarakat setempat punya spirit yang tinggi dalam mengembangkan usaha-usaha kecil.  (pol)

Berita NTT lainnya:

Sumber: Pos Belitung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved