Ibadah Haji

Ibadah Haji Metaverse Tuai Polemik, Ka'bah Secara Virtual untuk Latihan Manasik dan Umrah

Arab Saudi telah menghadirkan Hajar Aswad, sebuah batu hitam yang terletak di tenggara Ka'bah, di dalam Metaverse.

Editor: Alfons Nedabang
TRIBUNNEWS/BAHAUDDIN R BASO
Ribuan umat muslim melakukan thawaf mengelilingi Kabah usai shalat subuh di Masjidil Haram, Makkah, Kamis 11 Juli 2019. 

POS-KUPANG.COM, JAKARTA - Ibadah haji di Metaverse menulai polemik di masyarakat. Kehebohan ini bermula dari adanya "Virtual Black Stone Initiative" di Metaverse.

Ide ini ditujukan untuk memperkenalkan Ka'bah pada dunia.

Pada Desember tahun lalu, Arab Saudi telah menghadirkan Hajar Aswad, sebuah batu hitam yang terletak di tenggara Ka'bah, di dalam Metaverse.

Secara sederhana, metaverse adalah sebuah ruang virtual yang memanfaatkan teknologi virtual reality (VR) dan augmented reality (AR) yang memungkinkan semua orang untuk berkumpul dan berinteraksi.

Baca juga: Arab Saudi Belum Beri Kepastian Ibadah Haji 2022, Kemenang Siapkan Tiga Opsi

Ketua Bidang Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Asrorun Niam Sholeh mengatakan, pelaksanaan ibadah haji dengan mengunjungi Ka'bah secara virtual di Metaverse tidak memenuhi syarat.

Sebab, aktivitas ibadah haji merupakan ibadah mahdlah yang tata cara pelaksanaannya sudah ditentukan.

"Haji itu merupakan ibadah mahdlah, besifat dogmatik, yang tata cara pelaksanaannya atas dasar apa yang sudah dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW," kata Niam, Rabu 9 Februari 2022.

Menurutnya, ada beberapa ritual dalam haji yang membutuhkan kehadiran fisik dan terkait dengan tempat tertentu, seperti thawaf.

Baca juga: Terungkap, Arab Saudi Tak Larang Ibadah Haji Tahun ini, Hanya Batasi Hanya 60 Ribu Jemaah

Ia menjelaskan, tata cara thawaf adalah mengelilingi Kabah sebanyak tujuh kali putaran dimulai dari sudut hajar aswad (secara fisik) dengan posisi Kabah berada di sebelah kiri jemaah.

"Manasik haji dan umrah tidak bisa dilaksanakan dalam hati, dalam angan-angan, atau secara virtual, atau dilaksanakan dengan cara mengelilingi gambar Ka'bah atau replika Ka'bah," jelas dia.

Niam menuturkan, platform Hajar Aswad di Metaverse untuk kunjungan Ka'bah secara virtual. Hal ini bisa dimanfaatkan untuk mengenali lokasi yang dijadikan tempat pelaksanaan ibadah haji.

Menurutnya, kunjungan virtual Hajar Aswad di Metaverse juga bisa dilakukan untuk persiapan pelaksanaan ibadah atau biasa disebut sebagai latihan manasik haji atau umrah.

Baca juga: Ibadah Haji 2021- Ini Alasan Arab Saudi Belum Umumkan Keputusan Soal Haji

"Kunjungan ke Ka'bah secara virtual bisa dioptimalkan untuk explore dan mengenali lebih dekat, dengan 5 dimensi, agar ada pengetahuan yang utuh dan memadai sebelum pelaksanaan ibadah," ujarnya.

Bagi Niam, ini merupakan bagian dari inovasi teknologi yang perlu disikapi secara proporsional.

"Teknologi yang mendorong pemudahan, tapi pada saat yang sama harus paham, tidak semua aktivitas ibadah bisa digantikan dengan teknologi," tutupnya.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved